Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap kecurigaannya terhadap sejumlah perusahaan asing yang menerima konsesi dan mengantongi izin usaha di Indonesia terindikasi ikut menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
Di hadapan sejumlah pemimpin daerah dan pejabat negara, Prabowo menyebut ada perusahaan-perusahaan yang ditemukan telah melanggar aturan hingga 19 kali.
"Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya, sudah tidak usah lagilah. Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya)," kata Presiden saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.
Walaupun demikian, Presiden belum ingin menyebutkan nama-nama perusahaan yang terindikasi ikut menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Nanti, pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," ujar Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga merespons cemooh yang diberikan beberapa pihak dari negara-negara lain terhadap pemerintah, terutama terkait dengan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.
"Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini," kata Prabowo.
Ia melanjutkan "tetapi, kita cool saja. Kita tenang. Kita bertanggung jawab. Kita sudah cukup besar pengarahan TNI, Polisi, pemda bekerja setengah mati. Saudara saksi. Saudara di paling depan bupati, gubernur. Itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya."
Presiden kemudian menegaskan tidak akan ragu-ragu menindak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan asing, yang terbukti melanggar dan terlibat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa. Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia enggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin, lebih baik kita kelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita," katanya.
Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dia yakin pembakar hutan itu bukanlah masyarakat Kalimantan.
"Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan, kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," ucap Presiden.
Baca juga: Prabowo dukung cabut izin perusahaan asing terbukti terkait karhutla
Baca juga: Kapolri sebut ada keterlibatan pihak asing dalam kasus karhutla
Baca juga: DPR dukung Kapolri usut keterlibatan pihak asing dalam kasus karhutla
Di hadapan sejumlah pemimpin daerah dan pejabat negara, Prabowo menyebut ada perusahaan-perusahaan yang ditemukan telah melanggar aturan hingga 19 kali.
"Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya, sudah tidak usah lagilah. Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya)," kata Presiden saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.
Walaupun demikian, Presiden belum ingin menyebutkan nama-nama perusahaan yang terindikasi ikut menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Nanti, pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," ujar Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga merespons cemooh yang diberikan beberapa pihak dari negara-negara lain terhadap pemerintah, terutama terkait dengan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.
"Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini," kata Prabowo.
Ia melanjutkan "tetapi, kita cool saja. Kita tenang. Kita bertanggung jawab. Kita sudah cukup besar pengarahan TNI, Polisi, pemda bekerja setengah mati. Saudara saksi. Saudara di paling depan bupati, gubernur. Itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya."
Presiden kemudian menegaskan tidak akan ragu-ragu menindak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan asing, yang terbukti melanggar dan terlibat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa. Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia enggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin, lebih baik kita kelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita," katanya.
Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dia yakin pembakar hutan itu bukanlah masyarakat Kalimantan.
"Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan, kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," ucap Presiden.
Baca juga: Prabowo dukung cabut izin perusahaan asing terbukti terkait karhutla
Baca juga: Kapolri sebut ada keterlibatan pihak asing dalam kasus karhutla
Baca juga: DPR dukung Kapolri usut keterlibatan pihak asing dalam kasus karhutla






Komentar (0)