Pembangunan 21.228 Hunian Tetap Relokasi Warga Terdampak Bencana di Aceh Dikebut

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembangunan 21.228 unit hunian tetap (huntap) relokasi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh. Program yang ditargetkan berlangsung pada periode 2026-2027 tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp6,077 triliun.

Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan pemerintah terus mengakselerasi seluruh tahapan pembangunan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.

"Pemerintah terus mempercepat seluruh tahapan pembangunan agar masyarakat terdampak bencana segera memperoleh hunian yang layak,” kata Safrizal ZA, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga :
MNC Peduli Kembali Salurkan Bantuan Global Prestasi School untuk Korban Bencana Alam

“Pemilihan penyedia jasa, penandatanganan kontrak, mobilisasi lapangan, hingga pelaksanaan konstruksi terus kami kawal secara ketat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,"lanjutnya.

“Di Aceh, pekerjaan konstruksi telah bergerak di berbagai lokasi pembangunan. Hingga 21 Oktober 2026, progres fisik rata-rata pembangunan huntap di Aceh tercatat mencapai 1,52 persen,”ujarnya.

Baca Juga :
MNC Vision Networks Bersama MNC Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam di Ende Flores NTT

“Meliputi pekerjaan land clearing, pondasi, fabrikasi panel Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA), pengukuran lahan, hingga pekerjaan struktur pada sejumlah titik pembangunan,” lanjutnya.

Pembangunan huntap memanfaatkan berbagai sumber lahan, mulai dari aset pemerintah daerah, tanah masyarakat, tanah adat, hingga lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) milik sejumlah perusahaan. Di lapangan, pelaksanaan konstruksi juga menghadapi tantangan kondisi geografis yang beragam, mulai dari wilayah datar, landai, berkontur hingga kawasan berlereng tajam, khususnya di Kabupaten Gayo Lues.

Dari sisi anggaran, realisasi penyerapan pembangunan huntap di Aceh hingga 21 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp125,39 miliar atau 7,14 persen dari total pagu sekitar Rp1,76 triliun. Penyerapan tersebut diproyeksikan meningkat hingga 95,07 persen pada akhir Desember 2026 seiring percepatan pelaksanaan konstruksi di seluruh lokasi pembangunan.

Baca Juga :
Nelayan hingga Industri Kelautan Dapat Perlindungan Kapal dan Bencana Alam

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang Kombes F ke Penyidikan
• 2 jam lalu
0
thumb
CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan pada 25 Oktober 2026, Pemkot Jakarta Selatan Alihkan Kegiatan ke Jalan Sultan Iskandar Muda
• 17 jam lalu
0
thumb
Bapanas Targetkan Penyaluran Beras Pemerintah Capai 4 Juta Ton pada 2026, Stok Cadangan Tembus 4,56 Juta Ton
• 10 jam lalu
0
thumb
Tak Terima Dituduh Curi Bebek, Pria Bekasi Ancam Warga Pakai Cutter
• 13 jam lalu
0
thumb
4 Peninggalan Kerajaan Majapahit, dari Candi hingga Prasasti Bersejarah
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.