Ikut Kesepakatan Badr Bersama Pakistan, Turki dan Qatar, RI Ingin Tingkatkan Produksi Pertahanan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia akan mengoptimalkan kemitraan pertahanan 'Memorandum Badr' yang ditandantangani bersama Pakistan, Qatar, dan Turki untuk meningkatkan kapabilitas produksi pertahanan nasional.

“Kita ingin meningkatkan kemampuan nasional, dan dalam hal ini kita bermitra dengan negara-negara yang sudah dipertimbangkan memiliki kualifikasi dan kompatibilitas dalam mendukung peningkatan kemampuan produksi Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis.

Baca Juga
  • Presiden Targetkan Pembiayaan Rp 400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga
  • Serangan di Bandara King Fahd di Saudi Tewaskan Dua Orang
  • KDM Siapkan Rp 250 Ribu Per Hari Bagi Warga yang Bantu Padamkan Karhutla di Ciremai

Dia menjelaskan 'Memorandum Badr' secara khusus mengatur sejumlah bidang kerja sama, antara lain bidang riset dan pengembangan serta alih teknologi.

Kemudian, kolaborasi industri dan manufaktur untuk membuka peluang investasi dari kerja sama pembuatan alutsista yang tangguh dan kompetitif, serta pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang industri pertahanan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Langkah ini akan mendorong inovasi teknologi pertahanan melalui penggabungan kepakaran keempat negara,” kata Jubir Kemlu RI.

Indonesia menilai kemitraan tersebut merupakan upaya membangun kerja sama strategis di bidang pertahanan berdasarkan prinsip saling percaya, kesetaraan, timbal balik, dan kepentingan bersama.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Industri Laundry Perkuat Ekosistem Bisnis Summit
• 16 jam lalu
0
thumb
Dua tahun Kemenbud: Perkuat pelindungan dan pelestarian budaya
• 8 jam lalu
0
thumb
Harta Karun Panas Bumi RI Melimpah, Mengapa Sulit Digali?
• 23 jam lalu
0
thumb
LAB 45 Soroti Program Prioritas Prabowo-Gibran Menguat, Tapi Pelindungan Warga Terdesak
• 18 menit lalu
0
thumb
Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas Hadirkan Semangat 'Sinergi untuk Keadilan, Indonesia Bermartabat'
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.