Doha (ANTARA) - Dua orang tewas dalam serangan di Bandara Internasional King Fahd di Kota Dammam di wilayah timur Arab Saudi, kata Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) setempat, Kamis.
Pada Rabu (21/10) malam, Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebutkan sejumlah pesawat nirawak (drone) diluncurkan dari Yaman menuju Provinsi Timur kerajaan tersebut.
"Otoritas melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan di Bandara Internasional King Fahd di Dammam pada 21 Oktober malam bertambah menjadi dua orang. Salah satu korban adalah warga negara Arab Saudi, dan satu lagi warga negara India," kata GACA di platform X.
Menurutnya, delapan orang termasuk dua warga negara Saudi mengalami luka ringan hingga parah.
Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kedubes India menambahkan dua warganya juga mengalami luka dalam serangan tersebut.
"Otoritas Arab Saudi telah menginformasikan bahwa satu warga negara India termasuk di antara dua orang yang kehilangan nyawa dalam serangan di bandara Dammam Rabu malam, dan dua warga India lainnya mengalami luka-luka," kata misi diplomatik India di platform X.
Serangan pada Rabu malam itu telah merusak fasilitas bandara, yang kemudian kembali beroperasi pada Kamis.
"Bandara Internasional di Dammam sudah kembali beroperasi. Lalu lintas udara juga sudah kembali normal," demikian menurut pernyataan.
Konflik antara gerakan Ansar Allah Yaman, yang juga dikenal sebagai Houthi, dan pasukan yang loyal kepada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali memanas pada pertengahan Juli setelah sempat mereda selama empat tahun.
Eskalasi konflik dipicu oleh aksi Houthi yang mulai menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah sebagai balasan atas serangan terhadap bandara di Sanaa yang dilakukan militer Yaman.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Bank sentral Yaman perintahkan pembekuan 135 rekening terkait Houthi
Baca juga: Yaman minta masyarakat internasional desak Houthi buka blokade
Pada Rabu (21/10) malam, Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebutkan sejumlah pesawat nirawak (drone) diluncurkan dari Yaman menuju Provinsi Timur kerajaan tersebut.
"Otoritas melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan di Bandara Internasional King Fahd di Dammam pada 21 Oktober malam bertambah menjadi dua orang. Salah satu korban adalah warga negara Arab Saudi, dan satu lagi warga negara India," kata GACA di platform X.
Menurutnya, delapan orang termasuk dua warga negara Saudi mengalami luka ringan hingga parah.
Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kedubes India menambahkan dua warganya juga mengalami luka dalam serangan tersebut.
"Otoritas Arab Saudi telah menginformasikan bahwa satu warga negara India termasuk di antara dua orang yang kehilangan nyawa dalam serangan di bandara Dammam Rabu malam, dan dua warga India lainnya mengalami luka-luka," kata misi diplomatik India di platform X.
Serangan pada Rabu malam itu telah merusak fasilitas bandara, yang kemudian kembali beroperasi pada Kamis.
"Bandara Internasional di Dammam sudah kembali beroperasi. Lalu lintas udara juga sudah kembali normal," demikian menurut pernyataan.
Konflik antara gerakan Ansar Allah Yaman, yang juga dikenal sebagai Houthi, dan pasukan yang loyal kepada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali memanas pada pertengahan Juli setelah sempat mereda selama empat tahun.
Eskalasi konflik dipicu oleh aksi Houthi yang mulai menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah sebagai balasan atas serangan terhadap bandara di Sanaa yang dilakukan militer Yaman.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Bank sentral Yaman perintahkan pembekuan 135 rekening terkait Houthi
Baca juga: Yaman minta masyarakat internasional desak Houthi buka blokade






Komentar (0)