Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan secara maraton di delapan lokasi terkait dugaan kasus korupsi pengurusan dana bencana di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penggeledahan tersebut menyasar sejumlah titik di kawasan Jakarta, Tangerang, hingga Bekasi.
Langkah penyidikan ini dilakukan setelah KPK resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti tambahan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sebelumnya.
Baca Juga :
KPK: Aliran Dana Bencana BNPB Rp148 Miliar Mengalir ke Perusahaan Afiliasi hingga Pembelian SahamJuru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan, delapan lokasi yang digeledah mencakup beberapa rumah milik pihak tersangka, kantor pusat BNPB, serta beberapa tempat yang terindikasi terkait dengan rangkaian peristiwa OTT.
Dari penggeledahan maraton di delapan lokasi tersebut, tim penyidik menyita berbagai macam barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan perkara penyelewengan dana bencana. Barang bukti yang disita meliputi dokumen penting, perangkat elektronik, uang tunai, perhiasan, serta tiga unit mobil.





Komentar (0)