REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim DISABI (Disability Smart Accessibility) dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) berhasil melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Ajang kompetisi ilmiah mahasiswa tingkat nasional tersebut diselenggarakan pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.
Pencapaian ini menjadi langkah penting bagi tim dalam membawa gagasan inovasi transportasi publik yang lebih inklusif. DISABI berfokus pada peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas melalui pengembangan solusi berbasis teknologi agar perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan mudah.
Baca Juga
UBSI Jalin Kerja Sama Internasional dengan INTI Malaysia
UNM Buka Program S3 Informatika Berakreditasi Unggul
Presiden Tegaskan Indonesia tak Gentar Hadapi MSCI
Gagasan yang diusung mencakup penyediaan informasi aksesibilitas fasilitas stasiun, seperti jalur ramah disabilitas, lift, dan ramp. Selain itu, sistem ini dirancang dengan konsep bantuan mobilitas yang disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan para pengguna.
Kepala NEX.AI UNM, Dr. Ali Khumaidi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih oleh para mahasiswa tersebut. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam ajang nasional diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai karya inovatif lainnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kelolosan tim DISABI ke PIMNAS 39 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya berorientasi pada kemajuan digital, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menciptakan transportasi publik yang lebih inklusif,” kata Dr. Ali dalam rilis yang diterima pada Rabu (21/10/2026).
Sebelum melaju ke tingkat nasional, tim DISABI telah melakukan pengembangan prototipe serta menjalin komunikasi dengan PT KAI Daop 1 Jakarta. Proses pendampingan dan diskusi lapangan dilakukan guna memahami kebutuhan nyata aksesibilitas di stasiun kereta api secara aktual.
“Keikutsertaan dalam PIMNAS 39 menjadi wadah bagi tim DISABI untuk mempresentasikan karya, mendapatkan masukan dari para akademisi, serta memperluas peluang implementasi. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendukung riset mahasiswa yang memberikan dampak positif dan inklusif bagi masyarakat,” kata Dr. Ali menambahkan.
Komentar (0)