Paus Leo XIV dinyatakan pulih dan dipastikan tidak memerlukan pengobatan lanjutan, setelah menjalani operasi pengangkatan jaringan kanker di paru-parunya. Hasil pemeriksaan menunjukkan kanker yang diderita pemimpin Gereja Katolik Dunia berusia 71 tahun itu masih berada di area terbatas.
Dalam pernyataan yang disampaikan Vatikan, hasil pemeriksaan jaringan yang diangkat saat operasi memastikan Paus menderita adenokarsinoma paru, sesuai dengan diagnosis awal dokter.
“Pemeriksaan onkologi lanjutan telah memastikan bahwa tidak diperlukan pengobatan tambahan,” demikian pernyataan yang disampaikan Vatikan seperti dikutip BBC, Kamis (22/10/2026).
Paus Leo XIV sebelumnya menjalani operasi di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia, pada Selasa (13/10/2026) pekan lalu. Prosedur yang berlangsung sekitar 90 menit itu dilakukan untuk mengangkat bagian bawah paru-paru kanannya.
Sebelum operasi, Paus sempat menyampaikan kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus bahwa dokter menemukan benjolan atau nodul di paru-parunya. Saat itu, ia mengatakan kelainan tersebut berhasil terdeteksi pada tahap awal.
Setelah menjalani perawatan selama empat hari, Paus diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada akhir pekan lalu. Ia bahkan sempat berhenti untuk menyapa sejumlah umat yang menunggunya di sekitar rumah sakit.
Kemudian pada Rabu (21/10/2026) kemarin, Paus kembali memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus untuk pertama kalinya sejak keluar dari rumah sakit.
Adapun selama menjalani pemulihan, Paus juga tetap melakukan sejumlah kegiatan keagamaan dan diplomatik.
Foto yang dirilis beberapa hari setelah operasi memperlihatkan Paus memimpin misa dari rumah sakit pada, Jumat (16/10/2026). Ia mengenakan jubah liturgi berwarna hijau dan berdiri di belakang altar sementara.
Pada hari yang sama, Vatikan menyampaikan bahwa Paus berbicara melalui telepon dengan Vladimir Putin Presiden Rusia. Dalam percakapan tersebut, Paus menyerukan gencatan senjata di Kota Oleshky, Ukraina, yang berada di bawah pendudukan Rusia, agar bantuan makanan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Paus juga menyerukan dialog dan perdamaian untuk mengakhiri konflik. Selanjutnya, pada Senin (19/10/2026), Paus melakukan pembicaraan serupa dengan Volodymyr Zelensky Presiden Ukraina.
Sementara itu, orang-orang terdekat Paus sebelumnya menyebut bahwa ia berharap kunjungan ke Amerika Latin yang direncanakan berlangsung pada awal November tidak perlu ditunda. (bil/ham)





Komentar (0)