JAKARTA, DISWAY.ID-- Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo, Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah strategis di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global guna mengamankan serta mengakselerasi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui pendekatan ganda yang responsif dan visioner, Indonesia berhasil mengukuhkan posisi tawar negara di kancah global sekaligus meletakkan fondasi kokoh bagi perekonomian nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
BACA JUGA:Yang Disebut Nakal, Film Terbaru DLK Pictures tentang Remaja dan Keluarga
Integrasi antara perluasan akses pasar internasional dan digitalisasi domestik menjadi kunci utama Pemerintah Indonesia dalam mendorong daya saing nasional serta menarik arus investasi berkualitas.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara aktif memimpin pengawalan berbagai agenda prioritas agar setiap kesepakatan internasional dan program digitalisasi memberikan dampak nyata secara langsung terhadap perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perluasan Akses Pasar Global dan Daya Tarik Investasi
Di panggung internasional, Indonesia berhasil menorehkan milestone bersejarah melalui penuntasan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Kesepakatan strategis yang diinisiasi sejak Kepemimpinan Indonesia di ASEAN ini telah rampung substansinya dan siap ditandatangani pada KTT ASEAN.
BACA JUGA:BULOG Kirim 33 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Harga SPHP Rp5.000 per Kg Demi Bantu Peternak Mikro 2026
Kerangka kerja sama ini diproyeksikan melipatgandakan nilai potensi ekonomi digital kawasan ASEAN hingga mencapai USD2 triliun pada tahun 2030, di mana Indonesia memegang porsi terbesar di kawasan.
Selain DEFA, Pemerintah juga secara aktif mengawal tiga Free Trade Agreement (FTA)/CEPA strategis yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat, yaitu Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Canada CEPA (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Berdasarkan analisis dampak FTA/CEPA, IEU-CEPA berpotensi memberikan dampak peningkatan ekspor Indonesia hingga USD10,9 miliar, I-CA CEPA sebesar USD1,6 miliar, dan I-EAEU FTA mencapai USD2,2 miliar hingga USD2,89 miliar.
Setelah melalui proses intensif, perundingan IEU-CEPA kini telah memasuki tahap finalisasi teknis di Dewan Uni Eropa untuk menyongsong penandatanganan dan target implementasi penuh.
BACA JUGA:Emak-emak Asal Bogor Turun Gunung Antar Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Langkah ini dipastikan memperluas akses pasar ekspor manufaktur nasional, menghapus hambatan tarif, dan memperkuat rantai pasok global Indonesia.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)