jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Andre Rosiade menyebut heboh pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya terjadi di Jakarta.
Hal demikian dikatakan dia dalam diskusi bertajuk Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak Pada Rakyat, Ekonomi Kuat, Hingga Kemandirian Nasional di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10).
BACA JUGA: Pakar Sebut Rakyat Berharap Kejagung Tuntut Maksimal Koruptor MBG
"Jakarta orang heboh, tolak MBG, bubarkan MBG," kata dia, Kamis.
Namun, kata Andre, suara penolakan MBG tak pernah didengar ketika Wakil Ketua Ketua Komisi VI itu berkeliling di daerah pemilihan.
BACA JUGA: Markdata Ungkap Publik Tidak Meminta MBG Dihentikan, tetapi Dibenahi
Adapun, Andre berasal dari Dapil I Sumatera Barat (Sumbar) yang disebutnya dimenangi Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Selain di dapil, dia juga menyebut kunjungan ke beberapa daerah mengungkap publik mendukung program MBG.
BACA JUGA: Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, PKS Harap Tak Ada Kasus Keracunan di Program MBG
"Kami bertemu dengan siswa, bertemu dengan ribuan siswa, bertemu dengan ribuan orang tua, berkeliling berbagai sekolah, itu alhamdulillah semua mendukung MBG dilaksanakan," ujarnya.
Andre bahkan menceritakan pernah berdebat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (Unand).
Menurutnya, anggota BEM Unand pernah menolak MBG, lalu pria kelahiran Padang itu mengajak mereka cek ke sekolah yang menolak MBG.
Dia menuturkan anggota BEM Unand ternyata tak bisa menunjukkan sekolah yang menolak MBG ketika bersuara kritis terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto itu.
"Ini enggak bisa jawab, karena saya sudah berkeliling, Pak, ya, keliling, bahwa memang siswa-siswa itu membutuhkan MBG," katanya.
Andre mengeklaim banyak sekolah, termasuk orang tua di Sumbar menanyakan alokasi MBG bisa sampai ke wilayah mereka.
"Jadi di bawah, ya, di daerah, mereka membutuhkan MBG," ujarnya.
Andre menuturkan keinginan rakyat di level bawah menerima MBG membuat pemerintah terus bekerja maksimal memperbaiki tata kelola program.
Dia menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah Sudaryono sebagai pelaksana program MBG, tercatat menutup dua ribu dapur yang melanggar aturan pada era
"Kekurangan ada, kami akan benahi. Termasuk, praktik-praktik kecurangan, korupsi," ujarnya. (ast/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Hensa Bongkar PR Besar Prabowo-Gibran, dari Keracunan MBG hingga Nasionalisme Anak Muda
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)