Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Dividen Rp50,63 Triliun Sepanjang 2026, Buyback 91,75 Juta Saham

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ini terdiri dari dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun.

Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Dividen Rp50,63 Triliun Sepanjang 2026, Buyback 91,75 Juta Saham (Foto: dok BMRI)

IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengucurkan dividen dengan total nilai Rp50,63 triliun sepanjang 2026.

Ini terdiri dari dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun. 

Baca Juga:
Dividen Jumbo Bank Mandiri (BMRI) Dinilai Masih Menarik di Tengah Ekspansi Kredit

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pembagian dividen interim merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham sekaligus mencerminkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba.

“Kami ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim. Besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mengantisipasi risiko, sehingga Bank Mandiri dapat terus mengembangkan bisnis dan menghasilkan laba yang mendukung imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:
Gadai Saham Haji Isam JARR-PGUN ke BMRI, Analis Soroti Bayang-Bayang Kisah 2008

Sementara itu, sebanyak 91,75 juta saham hasil buyback telah dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan pada 24–29 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus untuk meningkatkan produktivitas dan rasa memiliki karyawan terhadap perseroan.

Pembagian dividen dan pelaksanaan buyback tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja bisnis Bank Mandiri. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan (yoy).

Baca Juga:
Timah (TINS) Raih Fasilitas Kredit Talangan Dana DHE SDA Rp4 Triliun dari Bank Mandiri (BMRI)

Pertumbuhan kredit tersebut diimbangi oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.687 triliun, atau meningkat 17,6 persen YoY. Capaian ini melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 13,7 persen.

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 1,00 persen. Sementara itu, rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) berada di level 240,6 persen.

Adapun laba bersih Bank Mandiri secara bank only hingga Agustus 2026 mencapai Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wealth Wisdom 2026, Permata Bank Dorong Ketangguhan Finansial
• 49 menit lalu
0
thumb
Puan tekankan peran pesantren dalam pembangunan pada Hari Santri 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Pengamat UI Ungkap Faktor Gibran Bertahan di Empat Besar Survei Capres
• 5 jam lalu
0
thumb
MSCI Minta Indonesia Berantas Pelaku Manipulasi Pasar, Bukan Cuma Ubah Aturan
• 4 jam lalu
0
thumb
Amnesty: Indonesia perlu optimalkan peran di PBB untuk Palestina
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.