Jakarta, VIVA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyiapkan sejumlah sektor strategis sebagai prioritas investasi pada 2027. Fokus utamanya mencakup mineral kritis, hilirisasi, serta infrastruktur digital, termasuk pusat data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hal tersebut diungkapkan Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury. Ia mengatakan, pihaknya tengah mengkurasi sejumlah proyek dalam daftar calon investasi atau pipeline.
Proses tersebut melibatkan PT Danantara Investment Management (DIM), badan usaha milik negara (BUMN), serta pihak swasta untuk menentukan proyek yang akan menjadi prioritas tahun depan.
“Yang paling besar, dari khususnya BUMN-BUMN kita adalah di sektor critical minerals dan downstreaming. Jadi itu adalah yang cukup banyak,” kata Pahala di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Selain mineral kritis dan hilirisasi, Danantara melihat peluang investasi yang cukup besar pada pengembangan pusat data dan teknologi AI. Kedua sektor tersebut dinilai menjadi bagian dari peluang investasi infrastruktur digital ke depan.
Pahala mengungkapkan, sejumlah proyek pusat data berpotensi difinalisasi dalam New Asia Forum (NAF) yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali. Forum tersebut menargetkan komitmen investasi hingga 30 miliar dolar AS.
Meski memiliki sektor prioritas, Danantara tetap membuka peluang investasi di bidang lain pada 2027. Sejumlah sektor yang turut dijajaki antara lain ketahanan pangan (food security), energi rendah karbon (low carbon energy), energi tanpa karbon (carbonless energy), serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Di sektor pendidikan, Pahala mengatakan Danantara telah berdiskusi dengan sejumlah universitas dari berbagai negara. Melalui NAF, Danantara berharap dapat membahas peluang pengembangan institusi pendidikan berkelas dunia di Indonesia.
Upaya tersebut, menurut dia, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pendanaan, tetapi juga pengembangan pengetahuan, talenta, dan berbagai aspek pendukung lainnya.
Di sisi lain, Danantara juga mulai merealisasikan investasi di pasar modal Indonesia. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyatakan pihaknya mulai membeli saham dalam dua hari terakhir, terutama saham BUMN yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek pertumbuhan yang baik.






Komentar (0)