Festival Mind Space 2026: Ubah Sampah Plastik Jadi Karya Seni Bernilai Ekonomi

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Festival kreatif Mind Space 2026 yang berlangsung di Kompleks Bung Permai, 19–25 Oktober 2026, menghadirkan perpaduan seni, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui tema Artistic Ecology.

Festival ini mengajak masyarakat mengeksplorasi hubungan antara seni dan lingkungan, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Panitia Mind Space 2026, Jainuddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengolah barang bekas menjadi berbagai produk, seperti meja, kursi, dan tenda berbahan plastik daur ulang.

Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi timbunan sampah di lingkungan sekaligus membuka peluang lahirnya karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain melibatkan pelaku seni, festival ini juga memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk memperoleh manfaat ekonomi dengan menjajakan aneka kue dan minuman kepada pengunjung.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kompleks Bung Permai, Prof. Dr. Ir. Muh. Arsyad Habe, MT, yang mengapresiasi inisiatif para remaja dalam menghadirkan kegiatan kreatif dan mendorong inovasi berbasis lingkungan.

Arsyad juga menyoroti pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan komposit untuk pembuatan meja yang menjadi salah satu contoh pengembangan furnitur ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah.

Ia berharap inovasi serupa dapat terus dikembangkan, termasuk kemungkinan mengolah sampah plastik menjadi paving block yang memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan pameran karya, Mind Space 2026 juga menyuguhkan beragam kegiatan pendukung setiap malam, mulai dari hiburan musik, pertunjukan seni tari, hingga lokakarya kecantikan gratis bagi pengunjung.

Salah satu karya yang menarik perhatian dalam festival ini adalah instalasi tenda berbentuk teripang, hewan laut dari kelompok invertebrata, yang menghadirkan eksplorasi bentuk organisme laut ke dalam karya seni instalasi.

Karya tersebut dibuat oleh seorang dosen Seni Rupa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang telah dua kali berkesempatan mengikuti pameran tingkat internasional.

Kehadiran karya instalasi tersebut memperkuat semangat Artistic Ecology dalam Mind Space 2026, yakni menjadikan alam dan persoalan lingkungan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan karya seni sekaligus membangun kesadaran publik tentang pentingnya keberlanjutan. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perguruan Tinggi bakal Digandeng Rumuskan Kebijakan terkait Jalan Tol
• 15 jam lalu
0
thumb
Susunan Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag Lengkap Ikrar, Resolusi Jihad, dan Teks Doa
• 12 jam lalu
0
thumb
Kejati Jabar tahan 2 tersangka korupsi tunjangan DPRD Indramayu 
• 21 jam lalu
0
thumb
Akal-akalan Produsen Beras Fortifikasi Klaim Bergizi Padahal Bodong
• 12 jam lalu
0
thumb
Komnas Anak Ngaku Tak Bela Sarwendah, Singgung Postingan Ruben Onsu yang Terkesan Menyudutkan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.