Mengenang Resolusi Jihad di Gedung Bersejarah NU Surabaya

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Gedung Sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi pusat mujahadah kubro untuk peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026) malam.

Sekretariat ini di masa kolonial Hindia-Belanda bernama Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO). HBNO adalah kantor pusat Nahdlatul Ulama (NU), organisasi kemasyarakatan Islam yang didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya.

Di gedung ini, pada 22 Oktober 1945, dideklarasikan Resolusi Jihad yang kemudian diperingati sebagai Hari Santri. Tahun ini, bangunan cagar budaya di sudut Jalan Bubutan VI dan Jalan Pahlawan ini dipilih sebagai lokasi Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina.

Menurut Ketua PCNU Kota Surabaya KH Masduki Thoha, mujahadah kubro akan dilaksanakan pada Kamis malam. Kegiatan ini diisi antara lain doa, zikir, istighasah, selawat, dan pembacaan Resolusi Jihad. Mujahadah kubro merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri yang ditetapkan oleh Pengurus Besar NU di Jakarta.

Baca JugaKesederhanaan Semangati Hari Santri Nasional di Surabaya

Masduki mengatakan, pelaksanaan mujahadah kubro akan menutup sisi barat Jalan Pahlawan. Kegiatan ini diadakan mengingat jejak historis sumbangsih NU bagi perjalanan Indonesia. Sebagai eks kantor pusat dan lokasi deklarasi Resolusi Jihad, pemilihan sekretariat itu dinilai sudah tepat.

Resolusi Jihad dideklarasikan terkait dengan tekad bangsa mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sepekan setelah Resolusi Jihad, meletus rangkaian kontak senjata antara Indonesia dan tentara sekutu yang kemudian disebut sebagai Pertempuran Surabaya. Insiden itu diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap 10 November.

Baca JugaHari Santri Nasional, Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Terus Perkuat Pesantren

Resolusi Jihad dan Pertempuran Surabaya membuktikan kesungguhan suatu bangsa untuk hidup merdeka dari penjajahan. Semangat ini, kata Masduki, masih relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, tema kemanusiaan dan Palestina menandakan Indonesia teguh dalam prinsip konstitusi. Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

”Resolusi Jihad mengingatkan peran ulama dan santri dalam perjuangan bangsa menghormati dan menjunjung kemanusiaan,” kata Masduki. Nilai dan prinsip itu akan terus relevan bagi pemajuan dan kemajuan kehidupan masyarakat. Di sinilah, ulama dan santri perlu terus berkontribusi.

Di Kabupaten Jombang, peringatan Hari Santri dilaksanakan di Pondok Pesantren Tebuireng. Peringatan dilaksanakan dengan upacara. Setelah itu, diadakan kirab membawa naskah Resolusi Jihad ke Surabaya.

Untuk mengawal kirab, PCNU Kabupaten Jombang menugaskan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Pengawalan dilakukan dengan 99 sepeda motor.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzig, kirab membawa naskah Resolusi Jihad untuk selanjutnya bergabung dengan peserta mujahadah kubro di Surabaya.

”Hari Santri tidak mungkin dilepaskan dari peristiwa Resolusi Jihad,” kata Gus Fahmi, salah satu cucu dari pendiri dan Rais Akbar NU KH Hasyim Asy'ari.

Resolusi Jihad mengingatkan peran ulama dan santri dalam perjuangan bangsa menghormati dan menjunjung kemanusiaan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Buka Musrenbang HAM, Pigai: Ukuran Perbaikan HAM Adalah Membaiknya Hidup Rakyat
• 13 jam lalu
0
thumb
Sertifikasi Halal UMK Diperpanjang hingga 2028, LPPOM MUI Dorong Pendampingan bagi Pelaku Usaha
• 11 jam lalu
0
thumb
Bagaimana Budaya Nusantara Bertahan di Era Digital? Ini yang Dibahas di Festival Budaya Nasional 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Prabowo Targetkan E50 Bisa Dicapai dalam 4 Tahun, Setop Impor BBM
• 21 jam lalu
0
thumb
Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.