Jakarta, VIVA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tengah menjadi sorotan di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Di luar polemik tersebut, harta kekayaan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti dikutip VIVA, Kamis (22/10/2026), dalam laporan LHKPN tahun 2025 yang ditampilkan melalui situs resmi KPK, Raja Juli tercatat memiliki empat kendaraan bermotor. Koleksinya terdiri dari tiga mobil dan satu sepeda motor dengan total nilai yang dilaporkan mencapai Rp785,6 juta.
Dari daftar tersebut, Honda HR-V menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi. Mobil jenis sport utility vehicle (SUV) itu tercatat sebagai Honda HR-V 1.5 E CVT tahun 2023 dengan nilai Rp387,6 juta.
Selanjutnya, ada Toyota Innova tahun 2018 yang dilaporkan memiliki nilai Rp309 juta. Mobil keluarga tersebut menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi kedua dalam daftar alat transportasi dan mesin milik Raja Juli.
Koleksi berikutnya adalah Ford Fiesta tahun 2014. Mobil tersebut tercatat memiliki nilai Rp86 juta dalam laporan kekayaannya.
Sementara itu, untuk kendaraan roda dua, Raja Juli melaporkan satu unit Honda Supra Fit tahun 2005 dengan nilai Rp3 juta. Motor lawas tersebut menjadi kendaraan dengan nilai paling rendah di antara seluruh koleksinya.
Jika dirinci, nilai Honda HR-V dan Toyota Innova mendominasi total nilai kendaraan yang dilaporkan. Kedua mobil tersebut memiliki nilai gabungan Rp696,6 juta, sedangkan Ford Fiesta dan Honda Supra Fit memiliki nilai gabungan Rp89 juta.
Seluruh kendaraan tersebut tercatat dengan keterangan hasil sendiri dalam dokumen LHKPN. Total nilai alat transportasi dan mesin yang dilaporkan Raja Juli mencapai Rp785,6 juta.
Perlu diketahui, nilai kendaraan dalam LHKPN merupakan nilai aset yang dilaporkan oleh penyelenggara negara. Angka tersebut tidak selalu sama dengan harga kendaraan baru maupun harga jual di pasar mobil bekas saat ini.
Selain kendaraan, laporan LHKPN Raja Juli juga mencakup aset lain, termasuk tanah dan bangunan, harta bergerak lainnya, surat berharga, serta kas dan setara kas. Dokumen tersebut turut memuat kewajiban berupa utang.






Komentar (0)