Grid.ID – Drama Korea (drakor) tak hanya menyuguhkan kisah cinta dan konflik keluarga yang bikin penasaran, tapi juga cerita yang menyinggung persoalan politik dan kekuasaan.
Sejumlah drakor mengangkat isu korupsi, permainan di balik pemilihan pejabat, hingga kesenjangan antara masyarakat biasa dan kelompok elite. Konflik tersebut dikemas lewat cerita penuh intrik yang membuat penonton ikut bertanya-tanya tentang cara kekuasaan dijalankan.
Buat yang tertarik dengan tontonan semacam ini, berikut lima rekomendasi drama Korea yang mengangkat kritik terhadap dunia politik dan kekuasaan.
1. Queenmaker (2023)
Judul pertama datang dari Queenmaker, drakor ini cocok buat penonton yang penasaran dengan persaingan di balik pemilihan kepala daerah. Drama ini mengikuti Hwang Do Hee yang dibintangi Kim Hee Ae, seorang ahli strategi yang selama bertahun-tahun bekerja untuk konglomerasi Eunsung Group.
Do Hee dikenal ahli menangani krisis dan menjaga citra perusahaan agar tetap terlihat baik di mata publik. Namun, sebuah peristiwa membuatnya mulai mempertanyakan pihak yang selama ini dibelanya.
Ia kemudian bekerja sama dengan Oh Kyung Sook diperankan oleh Moon So Ri, seorang pengacara sekaligus aktivis yang memperjuangkan hak-hak masyarakat. Do Hee berusaha membantu Kyung Sook maju dalam pemilihan wali kota Seoul, meski keduanya memiliki latar belakang dan cara pandang yang berbeda.
Lewat persaingan kampanye dan strategi menghadapi lawan, Queenmaker memperlihatkan bahwa perebutan jabatan politik tak selalu berjalan berdasarkan gagasan dan kemampuan. Drama ini juga menyoroti bagaimana uang, citra, dan kepentingan kelompok elite bisa memengaruhi arah politik.
2. Vincenzo (2021)
Dibintangi Song Joong Ki, Vincenzo menghadirkan kisah tentang pengacara yang harus berhadapan dengan perusahaan besar yang memiliki pengaruh kuat. Drama ini mengikuti Vincenzo Cassano, pengacara keturunan Korea Italia yang kembali ke Korea Selatan setelah lama bekerja sebagai penasihat mafia di Italia.
Kepulangannya membawa Vincenzo pada persoalan gedung Geumga Plaza yang menjadi incaran Babel Group. Perusahaan tersebut berusaha menguasai gedung itu, hingga berbagai tindakan mereka mulai memperlihatkan sisi gelap dunia politik bisnis.
Vincenzo kemudian bertemu Hong Cha Young, seorang pengacara yang berani dan tak mudah mundur ketika menghadapi masalah. Keduanya bekerja sama untuk melawan Babel Group dan orang-orang yang berada di balik kepentingan perusahaan tersebut.
Tak hanya menyuguhkan aksi dan humor gelap, Vincenzo juga menyinggung praktik korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan. Ceritanya memperlihatkan bagaimana hukum bisa menjadi tidak berdaya ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki uang, koneksi, dan pengaruh besar.
3. Reborn Rich (2022)
Bagaimana jika kesetiaan kepada perusahaan justru berujung pada pengkhianatan? Pertanyaan tersebut menjadi awal kisah drama Korea Reborn Rich, drama yang dibintangi Song Joong Ki dan Lee Sung Min.
Ceritanya berpusat pada Yoon Hyun Woo diperankan Song Joong Ki, seorang karyawan yang telah lama mengabdi kepada keluarga pemilik Soonyang Group. Ia terbiasa menangani urusan penting keluarga konglomerat tersebut, tetapi kesetiaannya tak membuat dirinya terhindar dari masalah besar.
Kehidupan Hyun Woo berubah ketika ia terbangun pada 1987 dalam tubuh Jin Do Joon, cucu termuda keluarga Soonyang. Dengan identitas baru dan pengetahuan tentang masa depan, ia mulai memasuki persaingan untuk mendapatkan kendali atas perusahaan keluarga itu.
Di balik perebutan kekuasaan tersebut, Reborn Rich berfokus pada dominasi konglomerat dan hubungan antara kepentingan bisnis dengan politik. Drama ini memperlihatkan bagaimana keputusan segelintir orang berpengaruh bisa berdampak luas, sementara ambisi pribadi kerap menjadi bagian dari perebutan kendali.
4. Big Mouth (2022)
Nasib Park Chang Ho yang dibintangi oleh Lee Jong Suk dalam drama Korea Big Mouth, berubah drastis ketika ia terseret dalam kasus kriminal yang jauh lebih besar daripada perkara yang biasa ditanganinya. Drama ini mengikuti seorang pengacara dengan rekam jejak yang kurang meyakinkan.
Chang Ho mendadak dituduh sebagai Big Mouse, sosok penipu misterius yang menjadi buruan banyak pihak. Ia pun harus berjuang membuktikan dirinya tidak bersalah di tengah situasi yang semakin membahayakan.
Sementara itu, Go Mi Ho, istri Chang Ho, berusaha mencari kebenaran dan membantu suaminya menghadapi tuduhan tersebut. Penyelidikan yang dilakukan keduanya perlahan membawa mereka berhadapan dengan orang-orang berpengaruh yang menyimpan kepentingan tersendiri.
Big Mouth mengangkat persoalan korupsi yang melibatkan kelompok elite. Drama ini juga menggambarkan betapa sulitnya mencari keadilan ketika hukum berhadapan dengan pihak yang memiliki kekuasaan, uang, dan koneksi.
5. The Devil Judge (2021)
Berbeda dari drama yang berpusat pada pemilihan pejabat, The Devil Judge menghadirkan Korea Selatan dalam versi distopia yang tengah dilanda kekacauan sosial. Drama yang dibintangi Ji Sung, Kim Min Jung, dan Park Jinyoung ini memperlihatkan masyarakat yang kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin dan sistem hukum.
Di tengah situasi tersebut, Kang Yo Han muncul sebagai hakim yang mengubah persidangan menjadi tontonan televisi. Masyarakat dapat menyaksikan jalannya persidangan secara langsung, termasuk ketika keputusan hukuman dijatuhkan kepada para terdakwa.
Cara kerja Yo Han mendapat perhatian besar karena dianggap menawarkan keadilan yang selama ini sulit dirasakan masyarakat. Namun, metode tersebut juga menimbulkan pertanyaan tentang batas kekuasaan hakim dan sejauh apa opini publik boleh memengaruhi proses hukum.
Konflik semakin rumit ketika Yo Han berhadapan dengan Jung Sun Ah, sosok ambisius yang memiliki hubungan dengan berbagai tokoh berpengaruh. Melalui pertarungan mereka, The Devil Judge menyoroti korupsi, manipulasi kekuasaan, dan bagaimana kepercayaan masyarakat bisa dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan tertentu.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)