Grid.ID - Presenter Sarah Sechan sentil artis berfollowers besar yang bungkam soal kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Melalui media sosialnya, Sarah pun memberi pesan menohok pada deretan artis tersebut.
Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan pada Oktober 2026. Selain api yang belum kunjung padam, sebaran asap kebakaran juga membuat masyarakat terganggu.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Oktober 2026. Berdasarkan kelompok usia, sebanyak 70.890 kasus dialami anak berusia 0–5 tahun. Adapun 243.234 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun.
"Sementara itu, 243.234 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam data yang disampaikan kepada Kompas.com pada Rabu (21/10/2026).
Kebakaran hutan dan lahan yang belum kunjung selesai itu membuat banyak selebriti Tanah Air ikut bersuara, salah satunya presenter Sarah Sechan. Melansir dari akun TribunStyle, Sarah sempat memberi kritikan soal penanganan Karhutla.
Tak cuma itu, Sarah juga memberi sentilan menohok pada artis ber-followers besar yang bungkam soal Karhutla Kalimantan. Adapun sentilan itu bermula dari unggahan akun Threads Mustafa Shobri.
Dalam unggahan itu, pemilik akun menyinggung beberapa nama artis berfollowers jutaan di Indonesia yang belum bersuara soal karhutla Kalimantan. Ia pun menanyakan soal manfaat dari jutaan pengikut dari beberapa artis tersebut.
“Apa gunanya Raffi Ahmad ada 74.9m followers, Ria Ricis dengan 36.7m followers dan Atta 38.1m followers, tetapi mereka tiada usaha pun untuk bersuara tentang isu kebakaran hutan di Indonesia,” tulis akun tersebut pada (12/10/2026).
Mengetahui unggahan itu, Sarah Sechan lantas berkomentar. Dalam komentar itu, sang presenter menyinggung soal pemilihan presiden.
“Gunanya untuk bantu pilih presiden yg sekarang,” tulis Sarah.
Selain menyoroti masalah Karhutla, Sarah Sechan juga menyinggung fenomena joget gemoy yang menjadi bagian dari perhatian publik menjelang Pilpres 2024.
Sarah lantas menghubungkan keterlibatan figur publik dalam kegiatan menjelang pemilu dengan harapan agar mereka juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
“Izin, ini sekedar ide ya .. yang menjelang pemilu lalu pada joget2 gemoy bisa gak ke daerah kebakaran hutan/lahan dan nari2 mendatangkan hujan untuk bantu memadamkan api? Just a thought."
"Kalau tarian gemoy bisa menaikkan angka di pemilu, mungkin bisa menurunkan hujan juga. When there is hope there is always miracle, ya kan?” tulis Sarah dalam unggahannya.
Sekadar informasi, Sarah Sechan memang aktif menyuarakan perihal karhutla Kalimantan. Ditilik dari akun media sosialnya, Sarah kerap merepost perihal bencana kebakaran hutan Kalimantan.
Tak hanya itu, baru-baru ini, Sarah juga menyoroti soal aktivis Greenpeace yang membentangkan spanduk di Bundaran HI. Di mana spanduk itu bertuliskan soal kritik krisis iklim dan biaya hidup yang ditujukan kepada Pemerintah Indonesia.
"Srikandi-Srikandi @greenpeaceid yang manjat pasang spanduk di Bunderan HI, aku padamu! You are amazing! THANK YOU! ALL EYES ON YOU! Please take care and stay safe," tulis Sarah Sechan.
"Selain terima kasih @greenpeaceid, juga terima kasih para mahasiswa dan masyarakat yg hari ini turun dan melakukan protes di sekitar tugu tani. Ada ibu2 juga yg hadir. Kalian semua hebat. Terima kasih," tambahnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)