Jakarta (ANTARA) - Ribuan santri mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional yang merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri, sekaligus meneguhkan peran generasi santri dalam membangun masa depan Indonesia.
“Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Kurniawan di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan cinta tanah air, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut dia, dengan semakin kompleksnya tantangan bangsa ke depan seiring perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan derasnya arus informasi, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, serta karakter dan akhlak yang kuat sehingga mampu menjawab tantangan zaman.
Fredy pun berharap pesantren terus berkembang menjadi pusat pendidikan karakter, pembentukan akhlak, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Baca juga: Rektor UIN Jakarta ajak santri jadi penggerak perubahan bangsa
Santri juga didorong agar berani bermimpi besar, menggali potensi diri, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pelayanan masyarakat.
“Santri harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki keterampilan, serta mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa,” ujar Fredy.
Lebih lanjut, dia mengajak para ulama, pesantren, keluarga besar Nahdlatul Ulama, dan komunitas santri untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah.
Dia menilai kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan Jakarta Utara yang religius, harmonis, maju, serta sejahtera.
“Jadikan semangat Hari Santri sebagai semangat untuk terus berkhidmat bagi agama, bangsa, dan negara. Teruslah belajar, hormati guru dan orang tua, muliakan para ulama, serta jaga persaudaraan. Buktikan bahwa santri mampu menjadi teladan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan,” tutur Fredy.
Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara, Forum Koordinasi Pemimpin Kota (Forkopimko) Jakarta Utara, dan Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara menggelar peringatan Hari Santri Nasional yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” pada Kamis.
Fredy mengatakan peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga memotivasi semangat para santri untuk terus belajar,.
“Serta memperkuat akhlak, mencintai tanah air, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” imbuh Fredy.
Baca juga: Wali Kota Jakpus sebut santri berperan penting membangun bangsa
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat sinergi pendidikan keagamaan lewat pesantren
“Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Kurniawan di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan cinta tanah air, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut dia, dengan semakin kompleksnya tantangan bangsa ke depan seiring perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan derasnya arus informasi, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, serta karakter dan akhlak yang kuat sehingga mampu menjawab tantangan zaman.
Fredy pun berharap pesantren terus berkembang menjadi pusat pendidikan karakter, pembentukan akhlak, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Baca juga: Rektor UIN Jakarta ajak santri jadi penggerak perubahan bangsa
Santri juga didorong agar berani bermimpi besar, menggali potensi diri, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pelayanan masyarakat.
“Santri harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki keterampilan, serta mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa,” ujar Fredy.
Lebih lanjut, dia mengajak para ulama, pesantren, keluarga besar Nahdlatul Ulama, dan komunitas santri untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah.
Dia menilai kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan Jakarta Utara yang religius, harmonis, maju, serta sejahtera.
“Jadikan semangat Hari Santri sebagai semangat untuk terus berkhidmat bagi agama, bangsa, dan negara. Teruslah belajar, hormati guru dan orang tua, muliakan para ulama, serta jaga persaudaraan. Buktikan bahwa santri mampu menjadi teladan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan,” tutur Fredy.
Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara, Forum Koordinasi Pemimpin Kota (Forkopimko) Jakarta Utara, dan Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara menggelar peringatan Hari Santri Nasional yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” pada Kamis.
Fredy mengatakan peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga memotivasi semangat para santri untuk terus belajar,.
“Serta memperkuat akhlak, mencintai tanah air, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” imbuh Fredy.
Baca juga: Wali Kota Jakpus sebut santri berperan penting membangun bangsa
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat sinergi pendidikan keagamaan lewat pesantren






Komentar (0)