Prof. Deby Vinski Raih Merit Award di Moldova, Bawa Misi Pengembangan Stem Cell ke Eropa

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pengembangan teknologi kesehatan kini tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas hidup dan memperlambat dampak penuaan. 

Konsep longevity medicine dan pengobatan regeneratif pun semakin menarik perhatian karena menawarkan pendekatan kesehatan yang menitikberatkan pada pencegahan, pemantauan kondisi tubuh, serta pemanfaatan perkembangan ilmu kedokteran.

Di tengah perkembangan tersebut, Prof. dr. Deby Susanti Pada Vinski, MSc, PhD, menggagas peluang pengembangan pusat kesehatan internasional di Chișinău, ibu kota Moldova. 

Gagasan bernama International Stem Cell & Longevity Centre ini diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi dalam layanan kesehatan preventif, pengobatan regeneratif, penelitian, dan inovasi bioteknologi. 

Jika terealisasi, proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu pintu kerja sama kesehatan antara Indonesia dan negara di kawasan Eropa Timur itu.

Namun, rencana membangun pusat kesehatan berstandar internasional tentu tidak cukup hanya mengandalkan gagasan dan jejaring lintas negara. 

Kelayakan bisnis, kesiapan infrastruktur, kemitraan dengan institusi lokal, serta kepatuhan terhadap regulasi kesehatan menjadi faktor penting yang harus dipastikan. Lantas, seperti apa rencana yang dibawa Prof. Deby Vinski, dan peluang apa yang ingin dikembangkan melalui proyek tersebut?

Prof. Deby Vinski Gagas Pusat Stem Cell dan Longevity di Moldova

Dalam kunjungan diplomatiknya ke Moldova, Prof. Deby Vinski memperkenalkan gagasan pengembangan International Stem Cell & Longevity Centre di Chișinău. 

Rencana tersebut menjadi bagian dari upayanya menjajaki peluang kerja sama internasional di sektor kesehatan, khususnya dalam pengembangan layanan preventif dan kedokteran regeneratif.

Prof. Deby memiliki pengalaman profesional di bidang anti-aging, stem cell, dan regenerative medicine. Dalam materi publikasi yang disampaikan, ia juga disebut menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cells (WOCS) serta World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM). Pengalaman tersebut menjadi latar belakang dalam upayanya membuka peluang kolaborasi kesehatan lintas negara.

Ia juga mengembangkan Celltech Stem Cell Centre di Jakarta. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk menjajaki kemitraan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan di Moldova.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peluang Serok? Emas Antam Hari Ini Turun Rp10 Ribu per Gram
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan di Sigi Hanguskan 60 Hektare, BNPB Ungkap Dugaan Penyebab dan Kendala Pemadaman
• 11 jam lalu
0
thumb
Rubio Sebut Putin Berpeluang Hadiri KTT G20 di Miami
• 16 jam lalu
0
thumb
Korban KSP Indosurya Terima Dana Pemulihan Tahap I Rp229,4 Miliar
• 20 jam lalu
0
thumb
Muhammadiyah Desak Pemerintah Tindak Tegas Korporasi dan Pejabat yang Terlibat Karhutla
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.