Kebakaran Hutan di Sigi Hanguskan 60 Hektare, BNPB Ungkap Dugaan Penyebab dan Kendala Pemadaman

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan menghanguskan kawasan seluas 60 hektare di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kebakaran yang terjadi di kawasan dataran tinggi Palolo tersebut diduga dipicu aktivitas masyarakat dalam mengelola pohon damar di kawasan hutan setempat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran tersebut di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BNPB, api merambat dengan cepat melalui vegetasi di kawasan lereng dan perbukitan sehingga memperluas wilayah yang terdampak kebakaran.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius untuk mencegah penyebaran api menuju kawasan hutan lainnya, terutama wilayah yang berbatasan dengan kawasan penyangga Taman Nasional Lore Lindu.

BNPB memastikan tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

"Pemadaman sedang dilakukan tim gabungan, BPBD Kabupaten Sigi," kata Berton.

BNPB Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Hutan di Palolo

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, kebakaran hutan di Kecamatan Palolo diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam mengelola pohon damar.

Aktivitas pengelolaan hasil hutan non-kayu yang diduga tidak terkendali menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya api di kawasan tersebut.

Api kemudian dilaporkan menyebar melalui vegetasi yang berada di lereng dan perbukitan dataran tinggi Palolo.

Perambatan api yang berlangsung cepat menyebabkan kawasan hutan terdampak kebakaran mencapai sekitar 60 hektare.

Lokasi kebakaran yang berada di wilayah dataran tinggi juga menambah tantangan dalam proses pengendalian api karena sebagian kawasan sulit dijangkau petugas.

BNPB menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari berbagai unsur penanggulangan bencana daerah agar kebakaran tidak semakin meluas.

Informasi mengenai dugaan penyebab dan perkembangan kebakaran tersebut diperoleh dari laporan lapangan yang dihimpun Direktorat Pengendalian Operasi BNPB.

Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Penyekatan Api

Tim gabungan bersama BPBD Kabupaten Sigi telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat untuk mengendalikan kebakaran hutan di Kecamatan Palolo.

Penanganan diawali dengan asesmen atau penilaian terhadap tingkat kerusakan kawasan hutan yang terdampak kebakaran.

Petugas juga melakukan upaya pemadaman terhadap titik-titik api yang masih ditemukan di lokasi kejadian.

Selain pemadaman, tim gabungan membuat jalur penyekatan untuk menghambat perambatan api menuju kawasan hutan lainnya.

Pembuatan jalur penyekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membatasi perluasan wilayah kebakaran, terutama pada area yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

BNPB menyebut berbagai langkah penanganan darurat terus dilakukan untuk mengurangi risiko bertambahnya luas kawasan terdampak.

Namun, proses pemadaman dan penyekatan belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Medan Sulit Hambat Pemadaman Dekat Taman Nasional Lore Lindu

Salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran hutan di Palolo adalah kondisi geografis kawasan terdampak yang berada di lereng dan perbukitan.

Lokasi kebakaran diketahui berbatasan langsung dengan kawasan penyangga Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam mendekati titik-titik api dan melakukan pemadaman secara optimal.

Hambatan tersebut juga memengaruhi proses pembuatan jalur penyekatan yang diperlukan untuk mencegah api merambat ke kawasan hutan lainnya.

"Pemadaman dan penyekatan di lokasi terdampak terkendala oleh sulitnya medan," kata Berton.

Meskipun menghadapi kesulitan akses, petugas gabungan tetap melanjutkan penanganan darurat melalui pemadaman titik api dan pembuatan jalur penyekatan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran yang telah menghanguskan sekitar 60 hektare kawasan hutan di Kecamatan Palolo.

Hingga laporan BNPB disampaikan pada Rabu (21/10/2026), proses pemadaman dan penyekatan masih berlangsung dengan kondisi medan yang sulit sebagai kendala utama penanganan kebakaran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyebab Kebakaran KMP Batumandi di Merak Masih Diselidiki
• 13 jam lalu
0
thumb
ASDP: 3 Penumpang KMP Batumandi Masih Dirawat Intensif di RS
• 4 jam lalu
0
thumb
Polisi Buka Layanan Khusus Bagi Penumpang KMP Batumandi Terbakar di Pelabuhan Merak
• 4 jam lalu
0
thumb
Ingin Bermanfaat Buat Rakyat, Golkar Gelar Donor Darah di Jakarta
• 23 jam lalu
0
thumb
Tiru China, Kepala BGN Ingin Ubah MBG ke Konsep Prasmanan dan Anak-Anak Habis Makan Cuci Ompreng Sendiri
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.