Jakarta, ERANASIONAL.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengindikasikan bahwa permulaan musim hujan di Indonesia mengalami pergeseran waktu jika dibandingkan dengan rerata klimatologisnya.
Fenomena El Nino kategori kuat yang bertahan di tengah kemarau menjadi pemicu utama keterlambatan tersebut.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, beberapa daerah diperkirakan baru mulai diguyur hujan pada November, sedangkan kawasan lainnya berpotensi baru memasukinya pada Desember.
Salah satu wilayah yang mendapat pengawasan ketat dari BMKG adalah Kalimantan Tengah. Di provinsi ini, permulaan musim hujan diperkirakan tidak terjadi secara serentak.
“Kemarin misalnya di Kalimantan Tengah yang sekarang menjadi perhatian utama kita, ada yang masuknya nanti di pertengahan November, dan ada yang masuknya di akhir November,” ungkap Faisal di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).
Selain faktor iklim global, pekatnya kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan juga berisiko memperpanjang masa transisi musim.
Untuk mengatasinya, BMKG mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengurai kerapatan asap, termasuk menjalin kerja sama teknis dengan otoritas Thailand untuk membongkar lapisan inversi.
“Kalau kepekatan asap tidak bisa kita kurangi, kita khawatir musim hujan ini masuknya bisa lebih mundur lagi. Sehingga kepekatan itu dibongkar dengan, melakukan OMC. Kerja sama juga sudah diuji coba oleh BMKG dengan Thailand untuk membongkar lapisan tersebut dan mengangkat asapnya,” tambahnya.
Faisal menambahkan, kendati volume curah hujan diproyeksikan berada pada angka normal berbasis data klimatologis 30 tahun terakhir, rentang durasi musim hujan kali ini cenderung lebih singkat.
Dampaknya, frekuensi cuaca ekstrem diprediksi bakal meningkat menjelang pergantian tahun.
“Sifat hujannya normal, artinya curah hujan yangakan jatuh sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tapi periodenya lebih pendek. Sehingga nanti akan terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan,” ujar Faisal.
Mengingat puncak musim hujan diprakirakan berlangsung sepanjang Desember hingga Februari, BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
“Bencana meteorologi basah, yaitu banjir, longsor, itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang,” tutup Faisal. []






Komentar (0)