Solidaritas Advokat Bone Desak Audit Independen Dugaan Kelalaian Medis RSUD Tenriawaru

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE — Solidaritas Advokat Bone mendesak audit independen terhadap pelayanan RSUD Tenriawaru Bone menyusul dugaan keterlambatan penanganan darurat pasien ibu hamil yang berujung pada kematian bayi.

Audit diperlukan untuk menelusuri proses penanganan medis, kesiapan kamar operasi, serta respons tenaga kesehatan ketika menghadapi kondisi yang mengancam nyawa pasien.

Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPRD Bone, Rabu, 21 Oktober 2026.

Pertemuan di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Bone itu turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone dan jajaran manajemen RSUD Tenriawaru.

Advokat Solidaritas Advokat Bone, Muhaimin Marsono, mengatakan evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurutnya, kesiapan sistem pelayanan kegawatdaruratan menjadi hal penting bagi rumah sakit rujukan daerah.

“Kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang pada pasien lain. Rumah sakit rujukan daerah harus memiliki sistem penanganan darurat yang siap kapan pun dibutuhkan,” demikian pernyataan Solidaritas Advokat Bone dalam rilisnya.

Dalam RDPU tersebut, sejumlah aspek pelayanan menjadi perhatian, mulai dari mekanisme pemanggilan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) di luar jam visite, kesiapan kamar operasi ketika terjadi kegawatdaruratan, hingga kesesuaian tindakan medis dengan standar operasional prosedur (SOP) kebidanan.

Solidaritas Advokat Bone juga menyoroti komunikasi tenaga kesehatan kepada pasien dan keluarga, termasuk pemenuhan hak pasien untuk memperoleh salinan rekam medis serta pelindungan data pribadi.

Berdasarkan keterangan Solidaritas Advokat Bone, RDPU menghasilkan rekomendasi agar dilakukan audit independen yang melibatkan pihak RSUD Tenriawaru dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone.

Hasil audit diminta disampaikan secara tertulis dalam waktu tujuh hari.

Rekomendasi lainnya mencakup penyerahan salinan rekam medis kepada pihak pasien serta pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Muhaimin menegaskan pihaknya akan terus mengawal tindak lanjut rekomendasi tersebut, termasuk memastikan hasil audit disampaikan sesuai batas waktu yang ditetapkan.

Di sisi lain, pihak RSUD Tenriawaru sebelumnya membantah adanya kelalaian dalam penanganan pasien.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani pasien, dr Andi Koneng Pratiwi, Sp.OG, menyatakan tindakan medis telah dilakukan sesuai prosedur.

Berdasarkan penjelasan dokter, pasien sempat menjalani observasi setelah mengeluhkan nyeri perut bagian bawah pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Pasien menjalani pemeriksaan, termasuk kardiotokografi (KTG), untuk memantau kondisi janin dan kontraksi.

Pada Kamis, 15 Oktober, pasien mengalami pecah ketuban. Menurut penjelasan dokter, tali pusat keluar melalui jalan lahir sekitar lima menit setelah ketuban pecah.

Tim medis kemudian melakukan tindakan darurat sembari mempersiapkan operasi.

Operasi disebut berlangsung mulai pukul 10.05 Wita hingga sekitar pukul 10.30 Wita. Namun, bayi laki-laki tersebut tidak berhasil diselamatkan.

Pihak rumah sakit mengaitkan kematian bayi dengan gangguan pasokan oksigen akibat prolaps tali pusat.

Kasus ini bermula dari perawatan pasien berinisial TD di Ruang Dahlia RSUD Tenriawaru pada 14–15 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan Solidaritas Advokat Bone, pasien sebelumnya pernah menjalani rawat inap dan mendapat suntikan untuk membantu pematangan paru-paru janin karena usia kandungan sekitar delapan bulan.

Pada perawatan berikutnya, pasien mengalami pecah ketuban disertai prolaps tali pusat, yakni kondisi ketika tali pusat turun mendahului atau berada di bawah bagian tubuh janin. Kondisi tersebut tergolong kegawatdaruratan obstetri karena tali pusat berisiko tertekan sehingga pasokan oksigen kepada janin terganggu.

Solidaritas Advokat Bone menyebut penanganan diduga tertunda sekitar 15–20 menit karena kamar operasi sedang digunakan.

Sementara itu, pihak rumah sakit menyatakan tim medis melakukan tindakan darurat dan mempersiapkan operasi setelah prolaps tali pusat diketahui.(an)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gunakan HP saat Berkendara, Mahasiswa Tewas Tabrak Pohon di Gowa
• 1 jam lalu
0
thumb
Alasan Poin Veda Ega Pratama Dikurangi Jelang Moto3 Australia 2026, Hakim Danish Mengintai
• 2 jam lalu
0
thumb
Surya Paloh Lantik DPP Petani NasDem, Dorong Kemandirian Pangan Bangsa
• 1 jam lalu
0
thumb
Demi Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wali Kota Makassar Siapkan Beasiswa untuk Siswa SD Hingga SMP
• 19 jam lalu
0
thumb
Airlangga Bawa Pesan Mendagri ke Prabowo, Ini Isinya!
• 38 menit lalu
0
Berhasil disimpan.