Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan, termasuk sentimen negatif terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ia mengatakan, sejumlah indikator makroekonomi masih menunjukkan perkembangan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

"Kondisi makroekonomi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, tingkat inflasi masih dalam range 2,5 plus minus satu persen," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.

Airlangga juga melaporkan indeks manajer pembelian (purchasing managers Index/PMI) berada di level 52, sedangkan indeks keyakinan konsumen tercatat sebesar 118.

Selain itu, cadangan devisa Indonesia mencapai USD146 miliar atau setara dengan pembiayaan sekitar 6,5 bulan impor.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tumbuh sekitar 13 persen dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang dinilai masih relatif rendah.

Menurut Airlangga, indikator tersebut menunjukkan kondisi makroekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga :

Siap Guyur Bansos hingga Diskon Nataru, Pemerintah Rogoh Rp31,8 Triliun

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Ketersediaan pangan memadai Dari sisi sektor riil, pemerintah juga mencatat ketersediaan pangan yang memadai, dengan stok beras nasional berada di atas lima juta ton. Nilai tukar petani (NTP) juga disebut meningkat hingga sekitar 130.

Airlangga mengakui terdapat gejolak sentimen di pasar keuangan termasuk terkait MSCI. Namun, ia menilai dinamika tersebut tidak serta merta menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

"Memang dari segi sentimental seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI, tetapi kan itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan dan banyak rating agensi lain juga bisa menilai perekonomian kita," imbuh dia.

Ia menekankan pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan saat ini pergerakan pasar saham sudah menunjukkan perbaikan.

"Kita menenangkan pasar dan hari ini kan kita lihat juga sudah berada di dalam jalur hijau," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
The Jakmania Dilarang Away 6 Laga Persija, Shin Tae-yong Beri Reaksi Berkelas
• 21 jam lalu
0
thumb
6 Aktivis Greenpeace Dipulangkan, Polisi: Tak Ada Penangkapan, Hanya Periksa Kesehatan | SAPA PAGI
• 9 jam lalu
0
thumb
Bank Sentral Korea Tahan Suku Bunga 3%, Inflasi Masih Panas
• 12 jam lalu
0
thumb
IFG Siapkan Jalur Karier Generasi Muda di Bidang Asuransi Melalui Magang Nasional
• 3 jam lalu
0
thumb
KM 829-841 Tol Paspro Jadi Landasan Pesawat Tempur, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.