jpnn.com, JAKARTA - Memasuki dua tahun usia pemerintahan Prabowo-Gibran, sejumlah nama menteri dan pejabat strategis lainnya di tubuh kabinet Merah Putih menjadi sorotan publik.
Temuan survei matriks Politik Indonesia menunjukkan Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dinilai sebagai menteri-menteri yang terburuk.
BACA JUGA: Survei Dua Tahun Prabowo-Gibran Melorot 13 Persen, Efriza: Jadi Catatan Penting Pemerintah
Natalius Pigai menempati peringkat pertama menteri terburuk sebesar 82,6 persen, sedangkan Nusron Wahid pada peringkat kedua (78,3 persen), disusul Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (75,2 persen).
Pada urutan berikutnya ada nama-nama seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (68,2 persen), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (65,7 persen), dan Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait (60,7 persen).
BACA JUGA: Survei Matriks: Teddy Paling Populer, Amran Menteri Terbaik di Kabinet
“Natalius Pigai dan Nusron mendapat penilaian sebagai menteri terburuk di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” ungkap Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi dalam keterangannya.
Penilaian Menteri Terburuk dan Tingkat Popularitasnya
BACA JUGA: Survei Adidaya Institute: TNI Lembaga Negara Paling Dipercaya Publik
Menurut dia, sosok Nusron Wahid menjadi menteriterburuk dengan popularitas cukup tinggi sebesar 72,9 persen.
“Nama Nusron disebut-sebut dalam perkara suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, yang terungkap setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK,” kata dia.
Sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN yang dipimpin Nusron ikut ditangkap, selain kalangan politisi dan pengusaha.
KPK juga tengah menelusuri peneriman gratifikasi lainnya hingga jual-beli jabatan di lingkungan ATR/BPN. Nusron diketahui berkali-kali mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksasebagai saksi.
Sementara itu, Natalius Pigai memiliki tingkat pengenalan publik sebesar 54,3 persen, dan Dody Hanggodo 27,7 persen.
“Sejak awal menjabat, Natalius Pigai termasuk deretan menteri yang dinilai kontroversial dengan berbagai pernyataannya, hingga digugat oleh pegawainya sendiri di Kementerian HAM,” jelasnya.
Demikian pula dengan Menteri PU Dody Hanggodo yang gaya komunikasi publiknya menuai persepsi negatif dari publik.
“Sebelumnya Dody Hanggodo diterpa berbagai isu seperti bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika membawa keluarga, hingga berujung mutasi sejumlah pegawai Kementerian PU,” tutur Supriyadi.
Nama-nama lainnya dalam deretan menteri terburuk sekaligus popularitasnya sangat tinggi adalah Bahlil Lahadalia (85,3 persen).
Sedangkan tingkat popularitas Yandri Susanto sebesar 35,1 persen dan Maruarar Sirait 34,3 persen.
Menteri-menteri lain yang dinilai buruk adalah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (55,3 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (50,7 persen), Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi Rini Widyantini (45,5 persen), dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (40,3 persen).
Reshuffle Kabinet Belum Memuaskan Publik
Setidaknya Prabowo sudah melakukan delapan kali perombakan kabinet Merah Putih sejak dilantik menjadi presiden pada Oktober 2025 lalu.
“Banyaknya gelombang reshuffle kabinetternyata dinilai belum memuaskan bagi publik, hanya 41,3 persen yang merasa puas,” jelas Supriyadi.
Mayoritas sebanyak 52,4 persen masih merasa tidak puas terhadap reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo selama ini, sedangkan sisanya 6,3 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. (dit/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)