Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diprakirakan Meningkat

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat.

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diprakirakan Meningkat. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan IV 2026 sebesar 91,31 persen.

Meningkatnya prakiraan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 sejalan dengan lebih longgarnya standar penyaluran kredit baru yang tecermin dari menurunnya Indeks Lending Kebijakan Kredit Standard (ILS). ILS pada triwulan III 2026 sebesar 0,28, dan diprakirakan kembali menurun pada triwulan IV 2026 sebesar 0,15.

Baca Juga:
Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen per September, Undisbursed Loan Tembus Rp2.562 Triliun

Penurunan standar penyaluran kredit tersebut terjadi antara lain pada aspek plafon kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan persyaratan administrasi.

Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Hal ini didukung prospek kondisi ekonomi yang tetap positif serta risiko penyaluran kredit yang terjaga.

Baca Juga:
Kebijakan DP 0 Persen Kredit Properti dan Kendaraan Bermotor Diperpanjang hingga Desember 2027

Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.

Pada jenis Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA, dan Kredit Kendaraan Bermotor. 

Baca Juga:
Fitch Ratings Ungkap Efek MSCI Terhadap Profil Kredit Pemerintah hingga Perbankan

Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.

Lebih lanjut, responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 tumbuh sebesar 8,20 persen (yoy). Prakiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya sebesar 7,51 persen (yoy).

Meskipun demikian, prakiraan pertumbuhan outstanding kredit 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Persik Kediri Vs PSS Sleman, Duel Sengit di Brawijaya
• 12 jam lalu
0
thumb
Direktur eksekutif baru LPDS soroti tantangan pers di era AI
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening
• 8 jam lalu
0
thumb
Ketum TP Posyandu Tekankan Pentingnya Apresiasi Kader dan Pelindungan Perempuan
• 16 jam lalu
0
thumb
Peringati Hari Santri 2026, FJN Tetapkan 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.