Doha (ANTARA) - Kelompok pemberontak Houthi menyerang Bandar Udara Internasional Riyan di Wilayah Hadhramaut, Yaman, lapor portal berita setempat Hadramawt.net, Rabu (21/10).
Houthi menggunakan tiga pesawat nirawak (drone) dalam serangannya terhadap Bandara Internasional Riyan di Kota Al Mukalla itu.
Akibatnya, landasan pacu dan sejumlah fasilitas pasokan listrik bandara terkena serangan. Informasi awal mengindikasikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Houthi juga mengeklaim pihaknya telah menyerang markas operasional militer Arab Saudi di Aden, kota yang saat ini menjadi pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Pada Selasa (20/10), sebanyak 73 orang dipastikan tewas akibat serangan Houthi terhadap pusat pelatihan keamanan di sebuah pangkalan militer di Yaman tenggara.
"Jumlah korban tewas telah meningkat jadi 73 orang, sementara operasi pencarian berlanjut untuk menemukan 14 orang lainnya yang masih belum diketahui nasibnya," tulis pernyataan otoritas Provinsi Shabwa melalui media sosial, Selasa.
Houthi mengaku sebagai pelaku penyerangan terhadap pangkalan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Serangan Houthi berlanjut, negara-negara Teluk bahas kesiapan militer
Baca juga: Bank sentral Yaman perintahkan pembekuan 135 rekening terkait Houthi
Houthi menggunakan tiga pesawat nirawak (drone) dalam serangannya terhadap Bandara Internasional Riyan di Kota Al Mukalla itu.
Akibatnya, landasan pacu dan sejumlah fasilitas pasokan listrik bandara terkena serangan. Informasi awal mengindikasikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Houthi juga mengeklaim pihaknya telah menyerang markas operasional militer Arab Saudi di Aden, kota yang saat ini menjadi pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Pada Selasa (20/10), sebanyak 73 orang dipastikan tewas akibat serangan Houthi terhadap pusat pelatihan keamanan di sebuah pangkalan militer di Yaman tenggara.
"Jumlah korban tewas telah meningkat jadi 73 orang, sementara operasi pencarian berlanjut untuk menemukan 14 orang lainnya yang masih belum diketahui nasibnya," tulis pernyataan otoritas Provinsi Shabwa melalui media sosial, Selasa.
Houthi mengaku sebagai pelaku penyerangan terhadap pangkalan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Serangan Houthi berlanjut, negara-negara Teluk bahas kesiapan militer
Baca juga: Bank sentral Yaman perintahkan pembekuan 135 rekening terkait Houthi






Komentar (0)