IHSG Hijau Usai Presiden RI Bilang tidak Takut Diancam MSCI

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Setelah dibuka turun sampai 1,5 persen pada pembukaan pukul 09.00 WIB, per pukul 09.36 WIB, IHSG terlihat menguat 0,54 persen di angka 5.354.

Sejumlah emiten perbankan yang sempat dibuka melemah, kini menguat tipis. Di antaranya, BBRI naik 1,78 persen menjadi 2.860, BMRI naik 1,89 persen menjadi 3.770, dan BBNI naik paling tinggi menjadi 3.330 atau naik 2,46 persen. Ketiga emiten perbankan pelat merah itu kompak naik, setelah sempat turun pada pembukaan perdagangan.

Baca Juga
  • Kabinet Merah Putih Dituding Gemuk? Begini Jawaban Presiden RI
  • Presiden Prabowo Jamu Sekjen PBB di Hambalang
  • Selain Indonesia, MSCI Juga Ancam Turunkan Status Bursa Turki

Hanya saja, hal itu tidak diikuti BBCA yang masih merah. Emiten dengan market caps terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terkoreksi tipis diperdagangkan 5.225 atau turun 1,42 persen.

Emiten milik Haji Isam yaitu BYAN itu naik. Sempat diperdagangkan turun saat pembukaan, kini emiten BYAN diperdagangkan di angka 11.000 atau naik 725 (7,06 persen).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

IHSG yang naik ini berselang sehari setelah pidato RI 1 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih, Penasihat Presiden, hingga Wantimpres, Presiden Prabowo tidak takut dengan ancaman menurunkan status Indonesia dari emerging market ke standalone market.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
8 Warga Sulsel Nyaris Jadi Korban TPPO ke Malaysia, Diminta Setor Rp12 Juta dan Dijanji Gaji Tinggi
• 1 jam lalu
0
thumb
Ratusan Pelajar SMP di Cisarua Keracunan MBG, BGN Suspend dan Copot Kepala SPPG
• 19 jam lalu
0
thumb
Menlu: Keterpilihan BPK jadi anggota UN BoA jadi capaian diplomasi RI
• 19 jam lalu
0
thumb
Menyejukkan Suhu Udara Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
• 6 jam lalu
0
thumb
Pakar: Korporasi tersangka karhutla jangan hanya disanksi pidana
• 18 menit lalu
0
Berhasil disimpan.