HARIAN.FAJAR.CO.ID, PINRANG- Perjalanan menuju Kampung Mualaf Darussalam Pinrang bukanlah perjalanan yang mudah. Dari pusat Kabupaten Pinrang, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mencapai perkampungan yang berada di kawasan dataran tinggi Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Perjalanan menuju salah satu komunitas binaan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan ini menyuguhkan tantangan tersendiri. Jalanan yang menanjak dengan kondisi belum beraspal maupun dibeton menjadi medan yang harus dilalui, jalur menuju perkampungan masih berupa tanah merah, sehingga kendaraan double gardan menjadi pilihan yang dibutuhkan untuk menembus medan tersebut.
Sepanjang perjalanan, tanjakan demi tanjakan menjadi bagian dari perjuangan menuju kampung yang berada jauh dari pusat keramaian. Kondisi jalan yang belum memadai membuat perjalanan harus ditempuh dengan ekstra hati-hati. Kendaraan perlu menyesuaikan diri dengan kontur jalan yang terus menanjak, sementara medan tanah merah menjadi tantangan tersendiri bagi siapa pun yang hendak berkunjung.
Meski akses menuju lokasi tidak mudah, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Di balik medan yang menantang, Kampung Mualaf Darussalam menjadi salah satu tempat berlangsungnya pembinaan masyarakat oleh LDK PWM Sulsel.
Ketua Mualaf Learning Centre di bawah LDK PWM Sulsel, Tauhid, menjelaskan bahwa lembaga tersebut memiliki fokus dakwah pada komunitas yang belum banyak tersentuh pendekatan dakwah konvensional.
“LDK PWM Sulsel merupakan sebuah lembaga dakwah di bawah naungan Muhammadiyah yang fokus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas-komunitas yang belum terjamah atau tersentuh dakwah konvensional. Mereka sangat rentan akidah dan ekonomi, namun mereka kadang kala lalai dari pembinaan,” jelasnya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Melalui kegiatan Baitul Arqom Muallaf, LDK PWM Sulsel berupaya menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus pendampingan agar para mualaf semakin kuat dalam menjalankan ajaran Islam.
Kegiatan ini mengangkat tema “Merawat Iman, Meneguhkan Amal, Menguatkan Langkah Menuju Islam Kaffah”. Para pemateri dalam kegiatan tersebut antara lain Dr. Muhammad Yasin, Tauhid, Mukhdar, serta Moh. Heri, yang dipandu oleh Yosep, dai wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dari LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan pembinaan yang diarahkan untuk memperkuat akidah dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap praktik ibadah sehari-hari. Sejumlah materi diberikan kepada peserta, meliputi penguatan tauhid, thaharah praktis, ibadah praktis, serta tahsin atau perbaikan bacaan Surah Al-Fatihah,” paparnya.
Selain pembinaan keagamaan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial. Sebanyak 50 orang mualaf menerima bantuan sembako, sementara 25 anak mendapatkan bingkisan. Dari jumlah tersebut, tujuh anak diketahui telah menyelesaikan tasmi’ Juz 30.
“Melalui Baitul Arqom Muallaf di Kampung Mualaf Darussalam, LDK PWM Sulsel menegaskan pentingnya dakwah yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah dengan akses terbatas. Upaya tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga pembinaan keislaman tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi tumbuh menjadi pendampingan yang berkesinambungan bagi para mualaf dan keluarga mereka,” bebernya.
Sebelum pembukaan Baitul Arqom Muallaf, sebelumnya juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Puskesmas Sali-Sali.
“Layanan ini menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat di Kampung Mualaf Darussalam,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris LDK PWM Sulawesi Selatan, Uswatun Hasanah. Ia menegaskan bahwa pembinaan komunitas tidak sekadar menjadi bagian dari realisasi program kerja organisasi, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen dakwah Muhammadiyah dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Bagi LDK PWM Sulsel, pembinaan komunitas ini bukan hanya sekadar realisasi program kerja, tetapi merupakan bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah hadir untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya yang juga merupakan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Sulsel.
Menurutnya, pembinaan komunitas menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan dakwah agar dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Dengan demikian, dakwah tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga pada upaya membangun kedekatan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus penanggung jawab Kampung Mualaf Darussalam Pinrang, Nur, menyampaikan apresiasi atas kehadiran LDK PWM Sulsel beserta rombongan. Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
“Kehadirannya sangat dibutuhkan oleh masyarakatnya, untuk semakin menguatkan keimanan mereka,” kata Nur.
Ia pun berharap Muhammadiyah kembali hadir dengan kegiatan serupa, yang disebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pinrang, LDK PDM Pinrang, PDA Pinrang, PWM Sulawesi Selatan, Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Lazismu Pusat.
“Kita berharap kegiatan ini bisa kembali diadakan di masa yang datang,” tambahnya.(fit)






Komentar (0)