Perbedaan Tiap Karakter Bikin Film Yang Disebut Nakal Penuh Konflik dan Humor, Ini Kata Sutradara Benni Setiawan

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Berada dalam satu lingkungan dengan orang-orang yang memiliki sifat berbeda bukan perkara mudah. Situasi inilah yang menjadi salah satu sumber konflik sekaligus humor dalam film drama komedi Yang Disebut Nakal.

Film produksi DLK Pictures ini mengikuti sekelompok remaja dari latar belakang berbeda yang harus menjalani program pembinaan selama 21 hari di sebuah tempat terpencil. Mereka dituntut mengikuti aturan dan belajar bertanggung jawab, meski tidak semua memiliki cara berpikir atau sikap yang sama.

Perbedaan tersebut membuat interaksi antarkarakter tidak selalu berjalan lancar. Hal-hal sederhana dalam keseharian bisa memicu perselisihan, tetapi pada saat bersamaan juga menghadirkan situasi lucu yang mewarnai cerita.

Sutradara Benni Setiawan ingin memperlihatkan perbedaan karakter secara wajar, seperti yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, benturan antartokoh tidak selalu berakhir dengan masalah karena ada pula kesempatan untuk saling memahami.

“Dalam sebuah kelompok, orang tidak selalu berpikir atau bereaksi dengan cara yang sama. Saya ingin perbedaan itu terasa wajar. Ada benturan yang lucu, ada yang menimbulkan masalah, dan ada juga momen ketika mereka mulai memahami satu sama lain,” ujar Benni ditemui di Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (21/10/2026).

Kisah para remaja ini tidak hanya dibangun dari konflik yang muncul di antara mereka. Setiap tokoh juga membawa persoalan pribadi yang perlahan terungkap selama mengikuti program pembinaan.

Executive Producer INHYPE Pictures, Ryan Prasetyo, mengatakan setiap karakter memiliki sudut pandang masing-masing. Ketika mereka ditempatkan dalam satu lingkungan, perbedaan itu menciptakan dinamika yang membuat cerita terasa lebih berwarna.

“Setiap karakter bawa warna dan cara pandangnya sendiri. Ketika mereka berada dalam satu lingkungan, perbedaan itu menghasilkan situasi yang menghibur, tetapi juga membuka kesempatan untuk saling mengenal. Kita ingin penonton menikmati dinamika itu sekaligus menemukan sisi manusiawi dari setiap tokoh,” kata Ryan didampingi Benni.

Perpaduan konflik dan humor menjadi cara film ini membawa penonton mengikuti perjalanan para karakter. Tingkah laku mereka dapat mengundang tawa, tetapi persoalan yang muncul juga memperlihatkan bahwa setiap remaja memiliki hal yang sedang diperjuangkan.

Produser DLK Pictures, Diana Limbong, menjelaskan bahwa unsur komedi dan drama sengaja dipadukan agar cerita tidak hanya menghibur. Kedua unsur tersebut juga membantu penonton memahami perjalanan para tokoh dengan lebih dekat.

“Komedi membuat penonton dekat dengan karakter, sementara dramanya jadi alasan untuk peduli pada perjalanan mereka. Kita ingin dua unsur itu saling melengkapi, supaya film ini bisa dinikmati tanpa kehilangan kedalaman cerita,” lanjut Diana pada press conference film Yang Disebut Nakal.

 

Yang Disebut Nakal dijadwalkan tayang pada 2027. Melalui cerita yang memadukan konflik, humor, dan persoalan keluarga, film ini menghadirkan kisah tentang perbedaan karakter serta proses para remaja dalam belajar memahami diri sendiri dan orang lain.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal KH Syukron Makmun, Ulama Dijuluki Singa Podium yang Meninggal Dunia
• 18 jam lalu
0
thumb
Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027: Lawan Jepang, Qatar, dan Thailand
• 6 jam lalu
0
thumb
Bernardo Tavares Kenang Empat Tahun Bersama PSM, Kini datang sebagai Lawan
• 18 jam lalu
0
thumb
Awas Perang Asia! China Kepung Taiwan Sampai ke Laut Depan RI
• 12 jam lalu
0
thumb
Blak-blakan Prabowo Bentuk Koalisi Gemuk
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.