IHSG Masih dalam Fase Technical Rebound, Cermati HRUM, PTBA, BBNI, dan BUVA

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

IHSG hari ini, Kamis (22/10/2026), berpotensi melanjutkan kenaikan. Sebelumnya, indeks ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada Rabu (21/10/2026)

IHSG Masih dalam Fase Technical Rebound, Cermati HRUM, PTBA, BBNI, dan BUVA. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (22/10/2026), berpotensi melanjutkan kenaikan. Sebelumnya, indeks ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada Rabu (21/10/2026), naik 49,47 poin setelah mengalami tekanan jual ekstrem pada pekan lalu. 

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, penguatan itu mencerminkan upaya pemulihan dari area support Fibonacci, tetapi belum mengonfirmasi pembalikan tren. 

Baca Juga:
IHSG Berpeluang Menguat ke 5.407–5.458, Saham AMRT-RAJA Bisa Dicermati

Ketidakpastian terkait rencana reklasifikasi Indonesia oleh MSCI masih menjadi risiko utama bagi kepercayaan investor dan arus modal asing. Untuk perdagangan Kamis (22/10/2026), perhatian tertuju pada hasil RDG BI yang mempertahankan BI Rate di 5,75 persen, di tengah tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS.

Keputusan tersebut menjaga suku bunga acuan tetap stabil, sementara penyesuaian suku bunga fasilitas simpanan menjadi 5,00 persen menjadi bagian dari bauran kebijakan BI. Pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan investasi. 

Baca Juga:
IHSG Berpotensi Lanjut Rebound, Sinyal Teknikal Mulai Membaik

Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar dapat memperkuat sentimen, tetapi risiko capital outflow dan ketidakpastian MSCI masih berpotensi membatasi kenaikan IHSG. 

“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase technical rebound setelah memantul dari support Fibonacci. Resistance terdekat berada di 5.350–5.400; penembusan area ini diperlukan untuk memperkuat momentum pemulihan,” tulis Reza dalam risetnya, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:
Lanjutkan Tren Bullish, IHSG Bidik Area Pemulihan di Level 5.800-an

Namun, dia mengatakan MACD masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah signal line, sehingga tekanan bearish belum sepenuhnya mereda. “Support berada di 5.200, diikuti 5.100. Jika support kembali ditembus, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai,” tuturnya. 

Dengan proyeksi tersebut, Reza memiliki empat saham pilihan yaitu HRUM, PTBA, BBNI, dan BUVA.

HRUM 

HRUM ditutup di Rp730 (+3,55 persen) dengan volume meningkat, mengindikasikan momentum rebound mulai menguat setelah memantul dari area low Rp640. Strategi buy on weakness di area Rp710–Rp730, dengan resistance Rp745 dan Rp770. 

PTBA 

PTBA berpotensi melanjutkan rebound setelah memantul dari MA200 (Rp2.692) dan kembali ke area Rp3.110, didukung peningkatan volume. Strategi buy on weakness di area Rp3.050–Rp3.100 selama support bertahan, dengan target resistance Rp3.139–Rp3.227. 

BBNI 

BBNI berpotensi melanjutkan rebound setelah menguat 8,78 persen ke Rp3.220 dari area support Rp2.865–Rp3.000, didukung lonjakan volume. Strategi buy dapat dilakukan dengan target resistance Rp3.310–Rp3.440. Namun, MACD masih bearish sehingga momentum pemulihan perlu dikonfirmasi. 

BUVA 

BUVA anjlok 6,94 persen ke Rp322 dengan lonjakan volume jual, semakin mengonfirmasi tren bearish setelah breakdown support Rp550. Disarankan sell atau hindari terlebih dahulu, dengan support berikutnya di Rp262. 

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro dan Kodam Jaya Sinergi Perkuat Keamanan dan Tanggap Bencana
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemkot Jakarta Timur Siapkan Si Sakti Berbasis WhatsApp, Warga Bisa Konsultasi Hukum Tanpa Datang ke Kantor Pemerintah
• 8 jam lalu
0
thumb
Alfamart Run 2026 Bikin Heboh, 5.000 Pelari Bawa Pulang Goodie Bag Lebih dari 50 Kg
• 56 menit lalu
0
thumb
5 Ciri Kepribadian Seseorang yang Merasa Tenang Berada di Alam
• 8 jam lalu
0
thumb
Anggota Komisi II DPR: Pansel KPU Sudah Ada, Tinggal Diumumkan Prabowo
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.