Cuaca panas masih berpotensi dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim), Kamis (22/10/2026). Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, suhu udara di wilayah Jatim berkisar 12–37 derajat Celsius, dengan kondisi cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah dengan peluang hujan ringan. Memasuki siang hingga sore, cuaca diprakirakan cerah berawan dan masih berpotensi terjadi hujan ringan.
Sementara itu, pada malam hari cuaca diprakirakan berawan dengan peluang kabut atau asap. Kondisi cerah kembali berpotensi terjadi pada dini hari, disertai peluang kabut atau asap.
BMKG Juanda mencatat kelembapan udara berkisar 27–100 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam.
Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca, terutama ketika suhu terasa panas pada siang hari. Kebutuhan cairan tubuh juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko dehidrasi.
Prakiraan Cuaca Maritim Jatim
Selain cuaca daratan, kondisi perairan Jawa Timur juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Maritim Tangjung Perak yang berlaku mulai Kamis (22/10/2026) pukul 07.00 WIB selama 24 jam, Laut Jawa bagian timur diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal. Angin dominan bertiup dari timur dengan kecepatan maksimum 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,3–1,1 meter.
Di Selat Madura, cuaca juga diprakirakan berawan tebal. Angin dominan bertiup dari tenggara dengan kecepatan maksimum 28 knot atau sekitar 52 kilometer per jam. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,3–1,1 meter.
Adapun perairan selatan Jawa Timur diprakirakan berawan, dengan angin dominan dari tenggara dan kecepatan maksimum 28 knot atau sekitar 52 kilometer per jam. Tinggi gelombang di wilayah ini diprakirakan mencapai 1,9–3,0 meter.
Pengguna jasa pelayaran dan nelayan perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca serta kondisi angin dan gelombang sebelum melaut, khususnya di perairan selatan Jatim yang berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi dibandingkan Laut Jawa bagian timur dan Selat Madura.(ipg)





Komentar (0)