Inggris, VIVA –Sultan Oman, Haitham bin Tarik, melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris pada 20–22 Oktober 2026 atas undangan Raja Charles III. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi seorang sultan Oman ke Inggris dalam 44 tahun terakhir, sejak 1982.
Kunjungan tersebut menjadi sorotan, terutama saat jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati Sultan Haitham di Kastil Windsor pada Selasa (20/10/2026). Dalam kesempatan itu, Raja Charles III menarik perhatian dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.
Saat menyampaikan sebagian pidatonya dalam bahasa Arab di hadapan sekitar 160 tamu, Raja Charles III mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, 'Jika engkau datang kepada masyarakat Oman, mereka tidak akan mencaci maki ataupun memukulmu'.
Menurut laporan Roya News, Kamis (22/10/2026), Raja Charles mengutip hadis tersebut untuk menggambarkan keluhuran budi dan kuatnya tradisi toleransi masyarakat Oman yang telah terjaga sepanjang sejarah. Ia juga memuji peran Oman dalam upaya diplomasi untuk meredakan konflik dan mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Tak hanya itu saja, dalam kesempatan tersebut, Raja Charles memuji Oman yang disebutnya sebagai 'netralitas konstruktif' serta peran negara tersebut sebagai perantara tepercaya dalam berbagai konflik regional.
Raja Charles juga menyinggung upaya terbaru Oman untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis.
Dalam jamuan kenegaraan itu, Raja Charles turut menekankan eratnya hubungan diplomatik, sejarah, dan militer antara London dan Muscat, ibu kota Oman.
Sebagai informasi, rangkaian kunjungannya, Sultan Haitham dijadwalkan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. Pertemuan tersebut akan membahas keamanan regional, perdagangan, dan peluang investasi. Sejumlah pimpinan perusahaan dari kedua negara juga dijadwalkan terlibat dalam agenda tersebut.






Komentar (0)