Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hal Ini Disebut Bisa Perkuat Kinerja Kabinet

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun masa kepemimpinan.

Evaluasi publik terhadap jajaran Kabinet Merah Putih menjadi salah satu catatan bagi pemerintah untuk memperkuat kinerja kementerian dan memastikan program prioritas berjalan optimal.

Baca Juga :
Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: Seskab Teddy Paling Populer, Amran Sulaiman Jadi Menteri Terbaik
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Haris Rusly Beberkan Dokumen Politik: Satu Tekad, Tumbuh Merakyat, Makmur Bersama

Survei Matriks Politik Indonesia yang dilakukan pada (10–15/10/26), merekam penilaian masyarakat terhadap sejumlah menteri, termasuk evaluasi atas perombakan atau reshuffle kabinet yang telah dilakukan pemerintah.

Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi mengatakan, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid memperoleh penilaian paling kurang baik dalam survei tersebut. Keduanya disusul Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

“Natalius Pigai dan Nusron," kata Supriyadi, Kamis, (22/10/26).

Berdasarkan hasil survei, Natalius Pigai mencatat persentase 82,6 persen, Nusron Wahid 78,3 persen, dan Dody Hanggodo 75,2 persen. Nama lain yang masuk dalam daftar tersebut yakni Yandri Susanto sebesar 68,2 persen, Bahlil Lahadalia 65,7 persen, serta Maruarar Sirait 60,7 persen.

Temuan ini menjadi gambaran mengenai aspek kinerja kabinet yang masih menjadi perhatian responden. Bagi pemerintah, hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan untuk memperbaiki komunikasi kebijakan, meningkatkan koordinasi antarkementerian, dan memperkuat pelaksanaan program yang langsung dirasakan masyarakat.

Supriyadi menjelaskan, penilaian kurang baik terhadap Nusron Wahid antara lain berkaitan dengan perhatian publik terhadap persoalan hukum di lingkungan instansinya. Nusron tercatat memiliki tingkat popularitas sebesar 72,9 persen.

Sementara itu, penilaian terhadap Menteri HAM Natalius Pigai disebut berkaitan dengan dinamika komunikasi selama menjabat, termasuk sejumlah pernyataannya yang menuai perhatian publik.

Adapun Menteri PU Dody Hanggodo mendapat sorotan terkait isu perjalanan dinas dan gaya komunikasi.

Survei tersebut juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap reshuffle kabinet yang telah dilakukan pemerintah. Hasilnya, sebanyak 41,3 persen responden menyatakan puas, sedangkan 52,4 persen menyatakan kurang puas.

Di antara responden yang menyatakan kurang puas, alasan yang paling banyak disampaikan adalah kinerja menteri yang dinilai belum optimal sebesar 45 persen, serta sikap kontroversial sebesar 31,1 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa evaluasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan perubahan susunan pejabat, tetapi juga harapan agar perombakan kabinet diikuti peningkatan kinerja dan pelaksanaan program pemerintah.

Baca Juga :
Prabowo Tegaskan Bangsa Indonesia Selalu Diganggu, Singgung Politik Divide et Impera
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Menag Ungkap Kemajuan Pesantren Lewat Pembentukan Ditjen Baru
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Isu MBG, Kopdes, dan Danantara Mendominasi Percakapan Publik, Begini Sentimennya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Atasi Karhutla, BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice dan Garam
• 17 jam lalu
0
thumb
BI-Rate tetap 5,75 persen, bunga deposit facility naik jadi 5 persen
• 22 jam lalu
0
thumb
Selama Modal Mengalir, Hutan Terus Terbakar
• 3 jam lalu
0
thumb
Putin Bertemu PM China, Kremlin Buka Peluang KTT 3 Negara
• 6 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi 5 Brand Denim Jepang Populer
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.