REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena menyiapkan sayembara berhadiah bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi dan bukti mengenai pelaku pembakaran lahan di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di Kota Ambon, Maluku, pada Rabu.
“Saya sudah minta camat membuat sayembara kepada masyarakat. Kalau ada yang bisa membuktikan seseorang membakar lahan, kita kasih hadiah. Orang yang membakar itu harus ditangkap,” tegas Bodewin di Ambon.
Ia menegaskan, kebakaran lahan di sejumlah kawasan di Ambon dinilai perlu ditangani secara tegas. Pasalnya, kebakaran berpotensi meluas dan memperburuk kondisi lingkungan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Bodewin, kebakaran hutan dan lahan di Ambon diduga kuat berkaitan dengan aktivitas manusia. Dugaan ini mengarah pada praktik pembukaan lahan dengan cara membakar atau tindakan pembakaran yang disengaja.
Oleh karena itu, ia meminta partisipasi aktif masyarakat untuk membantu mengidentifikasi dan melaporkan pihak yang bertanggung jawab kepada aparat kepolisian.
Pemantauan Kualitas Udara
Di sisi lain, Bodewin menyatakan pemerintah kota terus memantau kualitas udara di Ambon. Pemantauan ini dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP).
Berdasarkan data yang diterimanya, kualitas udara secara umum masih berada dalam batas normal dan belum mengkhawatirkan. Namun, parameter ozon (O3) menjadi perhatian sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk menentukan langkah antisipasi berikutnya.
Ia menjelaskan, apabila kualitas udara mencapai ambang yang membahayakan kesehatan, pemerintah kota akan kembali mempertimbangkan kebijakan antisipatif. Kebijakan tersebut meliputi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara.
Imbauan Kesehatan Masyarakat
Terkait peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Bodewin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkan seluruh kasus dengan kabut asap. Ia meminta perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan penderita asma.
“Kalau tidak berkepentingan, tetap di rumah saja, tidak usah keluar,” ujarnya.
Ia berharap, partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pembakaran lahan dapat membantu menekan kejadian kebakaran berulang. Upaya ini sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan warga Kota Ambon.
Komentar (0)