Rina Saadah di COP17: Green Democracy Harus Melahirkan Green Policy di Semua Sektor

rctiplus.com
12 jam lalu
Cover Berita
Rina Saadah di COP17: Green Democracy Harus Melahirkan Green Policy di Semua SektorNasional | sindonews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:35Dengarkan Berita

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB, Rina Sa’adah, mendorong penguatan demokrasi hijau atau green democracy sebagai landasan untuk melahirkan kebijakan hijau di seluruh sektor pembangunan. Menurutnya, komitmen menjaga lingkungan harus tercermin dalam keputusan politik, penyusunan anggaran, dan pelaksanaan pembangunan.

Pesan tersebut menjadi bagian dari pandangan yang dibawa Rina dalam keikutsertaannya pada forum CBD COP17 di Yerevan, Armenia.

"Green democracy harus melahirkan green policy di semua sektor. Artinya, setiap keputusan politik dan kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan hidup generasi mendatang," ujar Rina dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, demokrasi hijau menuntut proses pengambilan keputusan yang terbuka, partisipatif, dan berpihak pada keberlanjutan. Masyarakat yang terdampak kebijakan perlu mendapat ruang untuk menyampaikan pandangan, mengakses informasi, serta mengawasi pelaksanaannya.

Baca Juga:Profil Sirajudin Lasena, Bupati Bolmut yang Terjaring OTT KPK

"Petani, nelayan, masyarakat adat, masyarakat pesisir, perempuan, dan generasi muda harus memiliki ruang untuk didengar. Pengalaman mereka penting agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan di lapangan," katanya.Rina menegaskan bahwa prinsip kebijakan hijau perlu diterapkan secara menyeluruh, mulai dari sektor pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan, energi, industri, transportasi, hingga pariwisata dan pendidikan. Setiap sektor memiliki tanggung jawab untuk mengurangi tekanan terhadap alam sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Dalam sektor pangan, misalnya, kebijakan perlu mendorong produksi yang menjaga kesehatan tanah, ketersediaan air, dan keberlanjutan penghidupan petani. Di sektor kelautan, perlindungan ekosistem harus berjalan bersama penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Sementara dalam energi dan industri, arah pembangunan perlu memperhatikan efisiensi sumber daya, pengurangan pencemaran, dan perlindungan pekerja dalam proses transisi.

Baca Juga:4 Mantan Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda 200 Juta

"Pertumbuhan ekonomi harus dibangun dengan menjaga fondasi kehidupan kita: tanah yang sehat, air yang bersih, udara yang layak, serta laut dan hutan yang lestari. Kerusakan lingkungan pada akhirnya juga menjadi beban ekonomi dan sosial bagi rakyat," katanya.

Sebagai Anggota DPR, Rina menekankan pentingnya menerjemahkan demokrasi hijau melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Regulasi perlu memberikan arah yang jelas, anggaran harus mendukung pelaksanaannya, dan pengawasan harus memastikan hasilnya dirasakan masyarakat.

"Kualitas kebijakan hijau harus diukur dari pelaksanaannya. Apakah pencemaran berkurang, ekosistem lebih terlindungi, dan masyarakat memperoleh manfaat yang adil? Ukuran-ukuran ini harus menjadi bagian dari pengawasan kita," ujarnya.

Rina juga mengingatkan pentingnya keadilan dalam penerapan kebijakan hijau. Masyarakat perlu memperoleh pendampingan, akses teknologi, pembiayaan, dan alternatif penghidupan agar mampu berpartisipasi dalam perubahan menuju pembangunan berkelanjutan. Ia mendorong forum internasional seperti COP17 menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama dan mempercepat penerapan kebijakan yang selaras dengan perlindungan keanekaragaman hayati.

Baca Juga:Bom Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Blok Masela, Proyektil Meriam 91 Kaliber 105 mm

"Bagi saya, green democracy adalah komitmen untuk memastikan suara rakyat, kelestarian alam, dan keadilan antargenerasi hadir dalam setiap keputusan pembangunan. Dari proses demokrasi yang berpihak pada keberlanjutan, kita harus melahirkan kebijakan hijau yang nyata di semua sektor," tutup Rina.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo soal Disebut Kabinet Gemuk: RI Sebesar Eropa, Mana yang Tak Efisien?
• 21 jam lalu
0
thumb
Satresmob Bareskrim Polri Amankan Pria Bobol Minimarket Demi 70 Rokok hingga 40 Kosmetik di Depok, Pemilik Toko Rugi Rp22 Juta
• 1 jam lalu
0
thumb
Breaking! Bahlil Pertimbangkan RI Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga
• 13 jam lalu
0
thumb
Uang Palsu Rp 980 Juta Dibawa dari Medan ke Jakarta, 1 Orang Diciduk
• 4 jam lalu
0
thumb
Begini Kabar Terbaru UU Pelindungan Ketenagakerjaan Usai Diketok DPR
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.