Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menilai dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai momentum krusial untuk memperkuat demokrasi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. 

Dalam dokumen politik berjudul "Gerak Nyata 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Satu Tekad, Tumbuh Merakyat, Makmur Bersama", ia menegaskan bahwa kebebasan politik yang selama ini diraih harus dibarengi dengan keadilan akses rakyat dalam mengelola kekayaan negara. 

Haris menyoroti pentingnya menghentikan dominasi segelintir kelompok ekonomi, yang ia sebut sebagai serakahnomic, agar kekayaan nasional tidak hanya terkonsentrasi pada satu persen pihak, sementara mayoritas rakyat hanya menanggung beban. 

Ia mengutip pemikiran Presiden Soekarno untuk menekankan bahwa pemerintah harus berlandaskan amanat penderitaan rakyat dan Pasal 33 UUD 1945.

"Jangan sampai rakyat yang mati-matian berjuang, tapi yang mengkonsumsi nangkanya hanya segelintir atau 1 persen orang atau kelompok, sementara 99 persen rakyat hanya kena ‘getahnya’ saja," kata Haris, dikutip Kamis (22/10).

Lebih lanjut, Haris memaparkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini sudah menunjukkan upaya konkret dalam menempatkan rakyat sebagai pelaku utama ekonomi, bukan sekadar objek pembangunan. 

Langkah ini mencakup penataan ulang pengelolaan sumber daya alam agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran nasional, serta realokasi APBN yang lebih berfokus pada produktivitas ekonomi rakyat. 

Pemerintah juga didorong untuk mengoreksi model pertumbuhan ekonomi yang selama ini terlalu bergantung pada investasi bahan mentah dan modal asing, menuju industrialisasi yang mandiri. 

Melalui program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, dan penguatan sektor UMKM serta koperasi, pemerintah diharapkan mampu membangun fondasi pertumbuhan yang lebih inklusif dan mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.

Dalam aspek kemandirian modal, Haris mendukung langkah pemerintah dalam mengonsolidasikan aset negara melalui pembentukan Danantara dan optimalisasi Devisa Hasil Ekspor guna memperkuat ketahanan finansial dalam negeri. 

Ia juga menekankan bahwa upaya penegakan hukum terhadap praktik kecurangan ekspor serta penataan kawasan hutan adalah langkah penting untuk mengembalikan kedaulatan negara atas sumber daya alam. 

Selain itu, pemerintah dinilai telah menunjukkan kepedulian terhadap layanan dasar melalui program pendidikan, kesehatan, dan perumahan rakyat. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MTI dan APTISI Jajaki Kerja Sama untuk Evaluasi Kebijakan Tol Nasional
• 18 jam lalu
0
thumb
AI Tak Lagi Cuma soal Kecerdasan, Ini Arah Persaingan Berikutnya
• 16 jam lalu
0
thumb
23 Tim Ikuti Campus League Futsal Yogyakarta, Ini Pembagian Grup dan Jadwalnya
• 41 menit lalu
0
thumb
Nico Paz dua gol, Como 1907 hajar Manchester United 4-1
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemprov Sumut Cover 21 Ribu Lebih Pekerja Rentan Lewat BPJS Ketenagakerjaan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.