AI Tak Lagi Cuma soal Kecerdasan, Ini Arah Persaingan Berikutnya

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Singapura: Persaingan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memasuki babak baru. Ketika teknologi AI semakin canggih dan mudah diakses, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model paling pintar, tetapi juga siapa yang mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan masalah nyata.

Pandangan tersebut disampaikan DBS Group Research dalam laporan bertajuk “Intentional AI: Connecting Intelligence, Capital and Outcomes”. Laporan ini menyoroti perubahan arah ekonomi AI, dari perlombaan mengembangkan kecerdasan menuju kemampuan menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat dan dunia usaha.

Pergeseran ini membuka peluang bagi Asia, termasuk Indonesia. Tantangan seperti akses ke layanan keuangan, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat lanjut usia dinilai dapat menjadi ruang bagi penerapan AI yang lebih berdampak. Persaingan AI Bergeser dari Model Pintar ke Hasil Nyata
Dalam laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa fase berikutnya dari ekonomi AI kemungkinan tidak lagi ditentukan oleh pihak yang mampu menghasilkan kecerdasan terbesar, melainkan oleh pihak yang paling efektif memanfaatkannya untuk mengatasi tantangan nyata. 

Jika gelombang pertama perkembangan AI berfokus pada kemampuan teknologi, fase berikutnya akan semakin ditentukan oleh hasil yang dihasilkan.

Bagi Asia, pergeseran ini membuka peluang yang signifikan. Laporan tersebut mengidentifikasi penuaan populasi, ketahanan iklim, dan inklusi keuangan sebagai sejumlah tantangan paling krusial di kawasan ini. Ketiganya juga berpotensi menjadi pendorong utama inovasi, investasi, dan pertumbuhan jangka panjang. 
 

Baca Juga :

Setelah Rekonstruksi Artificial Ligament, Ini Cara Cegah Cedera ACL Lagi
  AI Bagi Indonesia
Sementara untuk Indonesia, temuan ini sangat relevan dengan jutaan pelaku UMKM dan masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani sektor keuangan formal, serta kerentanan terhadap risiko iklim. Karena, penerapan AI yang berorientasi pada hasil nyata dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat. 

Dengan adopsi layanan digital yang terus meningkat dan populasi lanjut usia yang bertambah secara bertahap, Indonesia berada pada posisi strategis untuk mengubah kecerdasan menjadi dampak nyata di sektor-sektor tersebut.

Berikut temuan utama dari Laporan Intentional AI: Connecting Intelligence, Capital and Outcomes: 1. Keunggulan AI berikutnya dapat berasal dari kemampuan menyelesaikan persoalan penting, bukan membangun model yang lebih besar
DBS Group Research menilai bahwa seiring semakin meluasnya akses terhadap kemampuan AI, keunggulan pada masa mendatang akan semakin bergantung pada kemampuan mengidentifikasi persoalan yang bermakna serta menyelaraskan teknologi, modal, tata kelola, dan eksekusi untuk menyelesaikannya. Laporan ini menempatkan penuaan populasi, akses layanan kesehatan, inklusi keuangan, dan ketahanan iklim bukan hanya sebagai prioritas kebijakan, tetapi juga sebagai peluang baru bagi dunia usaha dan investor.  2. Asia telah mendominasi penerapan AI yang terintegrasi dengan sektor ekonomi riil
Ketika diskusi global mengenai AI masih banyak berfokus pada model fondasi (foundation models) dan daya komputasi, Asia telah menyumbang 74% dari total instalasi robot industri global pada 2024, dibandingkan dengan 16% di Eropa dan 9% di kawasan Amerika. Seiring AI berkembang dari sekadar memprediksi menjadi melakukan tindakan nyata, Asia telah memiliki keunggulan signifikan dalam penerapan teknologi, manufaktur, dan sistem fisik. 3. Investasi mengalir ke pengembangan kecerdasan, sementara peluang Asia berikutnya terletak pada penerapannya Perusahaan AI menghimpun sekitar USD270 miliar dalam pendanaan modal ventura pada 2025, dengan hampir 80 persen mengalir ke Amerika Utara dan 5,7 persen ke Asia. Pada saat yang sama, Asia menghadapi sejumlah peluang terbesar di dunia dalam bidang penanganan penuaan populasi, ketahanan iklim, dan inklusi keuangan.

DBS Group Research menilai bahwa ketika kecerdasan semakin melimpah, penciptaan nilai pada masa mendatang tidak lagi terlalu bergantung pada kemampuan menghasilkan kecerdasan, tetapi pada efektivitas penerapannya di sektor-sektor yang paling membutuhkan hasil nyata. 4. Ketahanan iklim dan inklusi keuangan berpotensi menjadi pasar pertumbuhan utama bagi AI
Sejumlah peluang terbesar di Asia terletak pada kemampuan menerjemahkan kecerdasan menjadi tindakan nyata. Prakiraan cuaca yang lebih akurat akan menciptakan nilai ketika mampu meningkatkan ketahanan terhadap risiko iklim.

Demikian pula, akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan akan memberikan nilai ketika mampu memperbaiki kondisi keuangan dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi. Dalam kedua bidang tersebut, penciptaan nilai jangka panjang bergantung pada kemampuan menghubungkan kecerdasan dengan hasil yang terukur. 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin AI Tak Lagi Cuma soal Kecerdasan, Ini Arah Persaingan Berikutnya Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/global/nN9dm3EK-ai-tak-lagi-cuma-soal-kecerdasan-ini-arah-persaingan-berikutnya

(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiga Srikandi TelkomGroup Beri Perspektif Kepemimpinan di Bali Tech Week 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
Manchester United Membidik Dua Bintang Crystal Palace pada Bursa Transfer
• 1 jam lalu
0
thumb
Bayi Laki-laki yang Ditemukan di Ploso Surabaya Sempat Gagal Napas
• 9 jam lalu
0
thumb
Ada Program Baru, MenPANRB Rini Minta Seluruh PNS dan PPPK Terlibat
• 19 jam lalu
0
thumb
Omoda O4 SIAS, Ketika Mobil Bisa jadi Teman Ngobrol!
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.