jakarta.jpnn.com - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan penguatan fondasi ekonomi melalui stabilitas pertumbuhan, peningkatan investasi, hilirisasi industri, serta program perlindungan sosial.
Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI Perdana Wahyu Santosa menyoroti ketahanan fundamental ekonomi nasional yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada triwulan II 2026.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta KSP Listyo Sigit Kawal Program Strategis Pemerintah
"Inflasi September 2026 terkendali pada 3,28 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen. Cadangan devisa mencapai USD 146,3 miliar, didukung surplus perdagangan barang sebesar USD 7,25 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026," kata dia.
Realisasi investasi Januari–September 2026 sebesar Rp 1.539,2 triliun sebagai penggerak industrialisasi.
BACA JUGA: Ketum DPP FOKSI: 2 Tahun Asta Cita Prabowo, Kemajemukan Jadi Kekuatan Kemajuan Bangsa
Namun, tekanan fiskal dan volatilitas pasar keuangan tetap membutuhkan kewaspadaan.
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai pemerintah menunjukkan perkembangan positif dalam merealisasikan agenda pembangunan.
BACA JUGA: PP HIMMAH Yakin Listyo Sigit Prabowo Bawa KSP Percepat Program Prioritas Presiden Prabowo
Namun, dia menilai Indonesia masih menghadapi tantangan pemerataan ekonomi.
“Saya melihatnya secara umum masyarakat cukup puas dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, tetapi memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh pemerintah,” ujar Ujang.
Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI Aditya Laksmana menekankan pentingnya stimulus ekonomi, perlindungan daya beli, dan investasi produktif untuk memperluas kesempatan kerja.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo menilai hilirisasi menjadi instrumen strategis memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Nilai tambah harus tinggal di dalam negeri, industri harus tumbuh, teknologi harus masuk, dan tenaga kerja Indonesia harus memperoleh manfaat yang lebih besar,” jelas Bambang. (Jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil





Komentar (0)