Bapanas: Peredaran Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label Capai Rp89 Triliun

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan potensi keuntungan dari peredaran beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan. Keuntungannya mencapai Rp89 triliun secara nasional.

"Dihitung secara nasional dengan jumlah penduduk dan barang yang beredar itu sekitar Rp89 triliun," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan dalam konferensi pers bersama Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Bapanas Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar

Estimasi keuntungan Rp89 triliun itu didapatkan melalui penghitungan secara nasional dengan mempertimbangkan rata-rata selisih harga, jumlah penduduk, serta volume beras fortifikasi yang beredar di masyarakat.

Nominal tersebut merupakan kalkulasi estimasi peredaran secara nasional dari sejumlah pelaku usaha dan bukan keuntungan pasti dari satu perusahaan tertentu. Saat ini, Bareskrim Polri masih mendalami dugaan pelanggaran hukum dalam kasus ini serta menelusuri pelaku usaha lain yang mengedarkan produk tidak sesuai ketentuan.


Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.

Hermawan menjelaskan, harga beras fortifikasi di pasaran ditemukan berkisar antara Rp23.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Angka tersebut jauh melampaui harga acuan beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram ditambah komponen biaya fortifikasi sekitar Rp1.000.

“Jadi dengan beras medium yang dia jual, yang dia klaim premium, harusnya Rp13.500 tambah Rp1.000, itu harusnya jualannya Rp14.500,” kata Hermawan.

(Metrotvnews.com/Azri Arifin)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Persik Kediri siap tampil maksimal ketika jamu PSS Sleman
• 9 jam lalu
0
thumb
Alberta Tolak Wacana Merdeka dari Kanada, 77 Persen Warga Pilih Bertahan
• 6 jam lalu
0
thumb
Persijap Perpanjang Catatan Merah seusai Dilumpuhkan Dewa United: Rekornya Makin Parah
• 20 jam lalu
0
thumb
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK
• 10 jam lalu
0
thumb
Macron Murka, Sindir Trump dan Netanyahu Tunggangi Kerusuhan Prancis demi Pemilu
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.