Jakarta, VIVA – Pemerintah saat ini tengah melakukan transformasi dan sinkronisasi kebijakan, inovasi, serta kolaborasi antara regulator, pakar industri, akademisi, dan para pelaku teknologi global, guna memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman menegaskan, transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber, sebagai bagian dari ketahanan dan kedaulatan nasional.
Dudung juga menekankan pentingnya penerapan prinsip security by design, pengembangan teknologi dan talenta keamanan siber dalam negeri, serta integrasi data nasional yang aman.
"Dalam konteks tersebut, turut disoroti peran strategis Peruri dalam pengembangan teknologi keamanan tinggi guna mendukung kepercayaan digital nasional," kata Dudung dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Melalui mandat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 sebagai GovTech Indonesia, upaya itupun diamanahkan kepada Peruri selaku BUMN teknologi keamanan tinggi (high-security tech) serta akselerator digitalisasi nasional di Tanah Air.
"Untuk mendukung transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi, andal, dan berstandar keamanan tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya penguasaan teknologi strategis, khususnya kecerdasan buatan, keamanan siber pascakuantum, dan semikonduktor.
Dia mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, untuk mempercepat pengembangan riset menjadi produk teknologi. Brian juga menyampaikan dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia Peruri, melalui pendidikan lanjutan termasuk jenjang S2 dan S3 serta kerja sama riset di bidang teknologi chip.
“Mari kita bangun masa depan teknologi Indonesia, bukan hanya agar bangsa kita mampu mengikuti perkembangan dunia, tetapi agar bangsa kita, bangsa Indonesia, juga ikut menciptakan masa depan,” ujarnya.
Direktur Utama Peruri, Teguh Arief Indratmoko menegaskan, selama lebih dari 5 dekade, Peruri telah berkontribusi menjadi penjaga kedaulatan negara, melalui pencetakan dokumen fisik strategis seperti uang rupiah, paspor, meterai, pita cukai, dan sertipikat tanah.
"Kini, di tengah pergeseran peradaban menuju era digital, Peruri telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi penjamin keaslian dokumen elektronik, sistem, serta identitas digital," kata Teguh.
Karenanya, melalui gelaran Peruri Digital Summit 2026, yang dirancang sebagai bentuk sinkronisasi strategis dengan visi dan arahan Presiden Prabowo, Teguh menegaskan bahwa kedaulatan bangsa ke depan akan ditentukan oleh kemandirian teknologi tingkat tinggi.






Komentar (0)