Akuisisi Lima Data Center, Anak Usaha DSSA Perluas Infrastruktur Digital di 25 Kota

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Melalui transaksi ini, SM+ selanjutnya bakal mengoperasikan total 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Indonesia.

Akuisisi Lima Data Center, Anak Usaha DSSA Perluas Infrastruktur Digital di 25 Kota (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Salah satu entitas bisnis di bawah kendali PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yaitu PT SMPLus Digital Investama (SM+), resmi mengakuisisi lima fasilitas data center milik Princeton Digital Group (PDG).

Melalui transaksi ini, SM+ selanjutnya bakal mengoperasikan total 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Indonesia.

"Dengan mengintegrasikan bisnis yang baru diakuisisi ke dalam platform yang sudah ada, kami berharap dapat meningkatkan kualitas layanan, mendukung peluang pertumbuhan di masa depan, serta terus mendorong transformasi digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur digital yang andal dan scalable," ujar President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, dalam keterangan resminya, Rabu (21/10/2026).

Proses akuisisi ini sendiri telah diresmikan dengan ditandatanganinya perjanjian definitif oleh kedua pihak, dengan obyek transaksi mencakup lima fasilitas data center operasional berkualitas tinggi yang berlokasi di berbagai kota utama Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.

Bagi SM+, langkah akuisisi ini dinilai penting sebagai bentuk strategi Perseroan dalam memperkuat dan memperluas platform infrastruktur digital di Indonesia, sebagai sebuah pasar yang sedang mengalami pertumbuhan pesat dalam konsumsi data, adopsi cloud, serta transformasi digital korporasi.

"Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting kami dalam membangun platform infrastruktur digital nasional terdepan di Indonesia. Dengan bertambahnya lima fasilitas di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, kami memperluas jangkauan nasional serta memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen kami untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia," ujar Herson.

Menurut Herson, langkah akuisisi ini juga sekaligus menjadi bagian dari strategi enter-and-expand bagi SM+ dalam memasuki pasar, yang sejak 2019 juga telah mengembangkan portofolio data center hyperscale sekitar 400 MW secara nasional.

Herson juga menjelaskan bahwa pihaknya kini berfokus pada pengembangan portofolio hyperscale (termasuk kampus JC2, JC3, dan JC4, dengan ekspansi lebih lanjut yang sedang berjalan) serta memperkuat posisi sebagai pemimpin di pasar Indonesia.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, Capaian & Tantangan Pembangunan
• 15 jam lalu
0
thumb
Gubernur NTT minta percepatan pembenahan fasilitas PON dan atlet
• 12 jam lalu
0
thumb
Penipuan Modus Visa Korea dan Kerja di Australia, Korban Rugi Rp 313 Juta
• 10 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Serahkan 48 Bukti di Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Ini Isinya
• 5 jam lalu
0
thumb
Lutfi Duga Ada Kepentingan Asing di Balik Isu MSCI, Singgung Keterlibatan Temasek dan GIC
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.