BOGOR, DISWAY.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang 01, Cisarua, Kabupaten Bogor, akan menelusuri dugaan kerusakan susu kemasan Diamond UHT Full Cream yang didistribusikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SMP Negeri 2 Cisarua, Rabu, 21 Oktober 2026.
Penelusuran ini dilakukan usai ratusan siswa SMPN 2 Cisarua dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual dan muntah.
Ketua SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01, Fima, menyampaikan keprihatinan sekaligus permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para siswa.
BACA JUGA:270 Orang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG di Cirebon, 231 Korban Anak-anak
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung penanganan siswa dan mengikuti proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf atas kejadian yang dialami para siswa SMP Negeri 2 Cisarua. Kami berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” kata Fima dalam keterangannya.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan SPPG, distribusi MBG tiba di SMP Negeri 2 Cisarua pada pukul 08.03 WIB.
Sekitar 27 menit kemudian, tepatnya pukul 08.30 WIB, Kepala SPPG menerima laporan dari pihak sekolah mengenai sejumlah siswa yang mengalami mual dan muntah.
BACA JUGA:100 Anak Diduga Keracunan MBG di Cirebon, Siswa dan Guru Alami Mual hingga Diare
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala SPPG mendatangi sekolah pada pukul 08.40 WIB untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah dan membahas langkah penanganan.
Menjelang pukul 10.00 WIB, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa dilaporkan bertambah. Pada saat yang sama, muncul laporan mengenai seorang siswa yang mengalami diare.
SPPG kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas, rumah sakit, Babinsa, serta unsur pemerintah setempat untuk mendukung penanganan para siswa yang terdampak.
BACA JUGA:Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Minta Investigasi Transparan
Dalam penelusuran awal, SPPG menerima laporan mengenai susu kemasan Diamond UHT Full Cream yang diduga mengalami kerusakan.
Kemasan produk yang diperiksa mencantumkan tanggal kedaluwarsa Maret 2027.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)