Prabowo: Salah Satu Kelemahan Bangsa Indonesia adalah Elite Kita Terkotak-kotak

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto mengepalkan tangan saat menyampaikan pidato kenegaraan tahunan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Sumber: AP Photo/Dita Alangkara)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden RI, Prabowo Subianto, menyebut salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah elite yang terkotak-kotak dalam silo-silo sektoral.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada pembukaan Sidang Paripurna Kabinet di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia menyebut, dalam garis politik dalam negeri dirinya mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok.

“Karena itu, saya berusaha untuk merangkul semua kekuatan. Saya, karena kesadaran saya bahwa kondisi global sekarang penuh kerawanan,” ucapnya.

Baca Juga: Nusron Wahid Muncul di Sidang Kabinet setelah 2 Kali Tak Hadiri Panggilan KPK

Prabowo menambahkan, berdasarkan pengalamannya yang cukup lama di bidang keamanan dan politik, sektor politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan.

“Kita harus koreksi diri, terutama dunia akademis kita, terutama profesor-profesor kita yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.”

“Salah satu kelemahan dari bangsa Indonesia adalah bahwa elit kita, elit kita terkotak-kotak dalam silo-silo sektoral. Ini mungkin bersumber dari pendidikan kita.  Politik, ekonomi, sosial, pertahanan tidak bisa dipisah-pisahkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, saat ini mata uang dapat menjadi senjata. Demikian pula dengan ekspor dan impor. Bahkan pangan seperti beras pun menjadi senjata.

“Jadi, bisnis tidak bisa kita pandang hanya murni bisnis. Tidak bisa,” ucapnya.  

“Nah, ini saya kira dalam jangka panjang saya berharap kita akan nanti memperbaiki, bahwa di ujungnya, pendidikan kita harus benar-benar integralistik, tidak bisa sektoral. Saya kira sektoral itu mungkin sampai di S1. S2, S3 sudah harus lebih multidimensional.”

Prabowo: yang Lemah kan Punah

Ia menambahkan, saat ini politik berdasarkan kekuatan--siapa yang kuat akan survive. Sementara yang lemah kan punah.

“Demokrasi kita, menurut keyakinan saya sekarang semakin urgent untuk kita memelihara persatuan nasional.”

Baca Juga: Prabowo Bahas Karhutla, Ingatkan Negara yang Hina Indonesia: Pada Saatnya Kita akan Buka

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu, tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” tuturnya.

Hal itu pula yang menyebabkan dirinya menjalankan koalisi besar, yakni agar semakin banyak kekuatan bangsa yang bersatu.

“Karena itu, inilah akibat dari politik yang saya jalankan. Koalisi kita besar, benar, karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” jelasnya.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • prabowo
  • presiden ri
  • kelemahan bangsa indonesia
  • prabowo subianto
  • sidang paripurna kabinet
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Pidana Korupsi, Wakil Ketua KPK Tak Setuju
• 33 menit lalu
0
thumb
Aksi Para Taipan Borong Saham Saat IHSG Jatuh, Boy Thohir hingga Edwin Saratoga
• 7 jam lalu
0
thumb
John Lee sambut baik pendirian kantor AIIB di Hong Kong
• 16 jam lalu
0
thumb
Makassar Siapkan Anggaran Rp1,37 Triliun, Appi Perkuat Akses PAUD Inklusif dan Ramah Lingkungan
• 33 menit lalu
0
thumb
Polisi: 33 Kasus Karhutla di Kalbar Libatkan Korporasi
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.