JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tengah menghadapi situasi yang mengharuskan negara bertahan atau survive.
Dalam kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan nasional dan menjaga kekayaan negara agar tidak terus mengalir ke luar negeri.
BACA JUGA:270 Orang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG di Cirebon, 231 Korban Anak-anak
Prabowo mengungkapkan, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk praktik yang menyebabkan kekayaan alam nasional keluar dari dalam negeri.
Menurutnya, persoalan tersebut telah menjadi tantangan sejak dirinya menerima mandat dan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.
"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
BACA JUGA:BPKH Kelola Dana Rp185,72 Triliun, Perkuat Literasi Keuangan Haji Bersama PERSIS
Ia menegaskan, pemerintah perlu mengambil sikap tegas terhadap berbagai praktik yang merugikan negara.
Prabowo menilai, sistem yang membiarkan kekayaan nasional terus keluar dari Indonesia tidak seharusnya dipertahankan. Ia juga menyebut praktik tersebut sebagai tindakan yang merugikan bangsa dan rakyat.
"Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu, para ahli hukum, para ahli pidana akan membenarkan. Coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran?," tanya Prabowo.
Prabowo turut mengingatkan dampak penyelundupan terhadap perekonomian nasional.
BACA JUGA:Bertambah! 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Usai Makan MBG
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, melainkan juga ancaman terhadap keberlangsungan ekonomi Indonesia.
"Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita," lanjutnya.
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu kemudian menyebut sejumlah komoditas yang dinilainya menjadi sasaran penyelundupan, baik dari dalam maupun luar negeri.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)