Grid.ID - Akun media sosial Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dibanjiri komentar negatif setelah menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu. Lembaga tersebut dituding tidak netral dan lebih membela Sarwendah dalam perselisihannya dengan Ruben Onsu.
"Semenjak press conference yang lalu, akun sosmed kita banyak diserang dengan komen-komen yang sangat menyudutkan," kata Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, dalam konferensi pers pada Rabu (21/10/2026).
Tudingan itu muncul setelah video Agustinus yang memuji pengacara Sarwendah, Pablo Benua, beredar di media sosial. Ruben Onsu juga menyoroti video tersebut dan menilai Komnas PA berpihak kepada Sarwendah.
"Namun direspons sama RO sendiri, bahwa kami dianggap berpihak dengan memperlihatkan video saya memuji Pablo," bebernya.
Agustinus menjelaskan, pujiannya kepada Pablo berkaitan dengan sikap yang menolak pemisahan anak dari orang tua kandungnya. Ia menilai anggapan bahwa Komnas PA berpihak hanya berdasarkan video tersebut merupakan penilaian yang dangkal.
"Kayaknya terlalu dangkal penilaiannya hanya dengan melihat video statement saya. Siapapun yang punya statement anak tidak boleh dipisahkan dari orang tuanya, pasti kami apresiasi," tegas Agustinus.
Agustinus juga meminta para pendukung Ruben maupun Sarwendah berhenti saling menyerang di media sosial. Menurutnya, komentar negatif yang terus bermunculan bisa berdampak buruk bagi kondisi mental anak-anak mereka.
"Tolong hentikan dari sekarang, karena apa? Ada anak-anak yang menjadi korban atas ketikan tanganmu, atas ketikan jarimu," kecamnya.
Agustinus menegaskan, Komnas PA tidak memihak kepada salah satu orang tua dalam konflik tersebut. Lembaganya hanya berfokus pada perlindungan dan kepentingan anak.
"Kami tidak pernah berada di sisi orang dewasa. Namanya perlindungan anak, ya khusus anak. Fokus kami hanya pada perlindungan anak," pungkas Agustinus.
Diketahui, Sarwendah sebelumnya membuat aduan terkait perseteruan hak asuh anak dengan Ruben Onsu ke Komnas Perlindungan Anak. Langkah itu dilakukan untuk meminta perhatian terhadap kondisi anak-anak mereka. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)