Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyiapkan penampungan bagi empat anak yatim piatu di Kabupaten Ponorogo. Ibu mereka, Lu'luatun Nikmah, meninggal dunia di atas sepeda motor saat hendak berobat di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, pada Sabtu (17/10).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan keempat anak tersebut dapat ditampung di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (UPT PPSAA) terdekat, yakni di Nganjuk.
"Dinsos provinsi dapat menampung keberadaan anak dimaksud di UPT PPSAA yang terdekat di Nganjuk," kata Restu saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (21/10).
Restu mengatakan, Dinsos Jatim melalui Jatim Sosial Care (JSC) akan melakukan asesmen awal untuk memastikan perlindungan dan jaminan sosial bagi keempat anak tersebut. Tim Dinsos Jatim dijadwalkan mendatangi lokasi pada Kamis (22/10) pagi untuk melihat kondisi keempat anak tersebut.
"Jatim Sosial Care akan assesment awal untuk memastikan perlindungan dan jaminan sosial secepatnya. Besok pagi tim kami ke tempat kejadian perkara," imbuh Restu.
Meninggal Dunia saat Akan BerobatSebelumnya, Lu'luatun, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motornya pada Sabtu (17/10) sore. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan untuk berobat ke rumah seorang bidan di Desa Gombang sambil membawa anak bungsunya yang berusia 3,5 tahun.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Lu'luatun yang mengeluhkan sakit lambung mengendarai sepeda motor dalam kondisi tubuh melemah. Di tengah perjalanan, ia menepikan motornya dan menurunkan anaknya. Setelah itu, ia kehilangan kesadaran di atas sepeda motor, sementara anaknya berada di dekatnya.
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, mengatakan polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga mengenai seseorang yang tidak sadarkan diri di atas sepeda motor.
"Pada saat itu sekira jam 17.00 kami mendapat informasi bahwa ada orang yang tidak sadarkan diri di atas motor, kemudian kami menghubungi nakes," ujar Pitoyo kepada kumparan, Selasa (20/10).
Petugas medis yang tiba di lokasi kemudian memeriksa kondisi Lu'luatun. Ia dinyatakan telah meninggal dunia.
Menurut Pitoyo, hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Polisi juga tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
"Korban dinyatakan meninggal, kemudian kami menghubungi keluarga korban. Karena kematiannya wajar dan tidak ada tanda-tanda kekerasan, selanjutnya korban diserahkan ke keluarga korban," ucap Pitoyo.
Kepergian Lu'luatun meninggalkan empat anak yang sebelumnya telah kehilangan ayah mereka. Saat dikonfirmasi mengenai kondisi keluarga korban, Pitoyo menyarankan agar informasi lebih lanjut ditanyakan langsung kepada keluarga.
"Kalau bagaimana dengan keempat anaknya mungkin langsung konfirmasi ke keluarganya saja nggih, kalau suaminya informasinya sudah meninggal," kata dia.






Komentar (0)