Ponorogo (beritajatim.com) – Petunjuk Google Maps mengarahkan truk boks bernopol N 8674 BJD melintasi jembatan di Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Namun, perjalanan menuju Desa Maguan itu berakhir setelah jembatan ambrol saat kendaraan berada di bagian tengah. Truk pengangkut teh kemasan tersebut akhirnya terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Proses evakuasi kendaraan pun harus menggunakan bantuan derek.
Sopir truk, Anggun Eko, mengaku mengandalkan aplikasi peta digital karena belum pernah melewati jalur tersebut. Dia berangkat dari wilayah Desa Grogol dan hendak menuju Desa Maguan. Berdasarkan petunjuk aplikasi, jalur melalui Desa Ngadisanan menjadi rute yang dipilihnya. Anggun mengaku tidak mengetahui bahwa jembatan yang dilintasinya ternyata bermasalah. “Pokoknya saya, menurut Maps. Soalnya saya kan belum pernah lewat sini,” kata Anggun, Rabu (21/10/2026).
Anggun menjelaskan, truk sempat melaju hingga mencapai pertengahan jembatan. Saat kendaraan belum sepenuhnya menyeberang, jembatan tiba-tiba ambrol. Kondisi itu membuat truk terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Beruntung, Anggun bersama seorang rekannya selamat tanpa mengalami luka. “Ya sempat jalan setengah jalan dulu. Langsung ambrol,” ungkapnya.
Kesaksian serupa disampaikan Sumedi, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dia mengatakan truk datang dari arah timur sebelum melintasi jembatan tersebut. Menurutnya, kendaraan itu melintas melalui jalur yang diduga dipilih berdasarkan petunjuk aplikasi peta digital. Saat mencapai bagian tengah jembatan, konstruksi tiba-tiba roboh sehingga truk tidak bisa bergerak melanjutkan perjalanan. “Dari atas timur itu, tiba-tiba dari pertengahan jembatan itu sudah roboh,” kata Sumedi.
Sumedi menyebut jembatan tersebut bukan jalur utama bagi kendaraan berukuran besar. Selama ini, kendaraan yang biasa melintas di lokasi umumnya berupa mobil kecil. Namun, pengendara dari luar wilayah bisa saja diarahkan aplikasi navigasi melewati jalur tersebut. Kondisi ini berpotensi membuat pengemudi yang tidak mengenal medan kurang memahami keterbatasan akses jalan. “Bukan jalur utama. Cuma ini arah Maps, dari Maps itu biasanya lewatnya sini,” jelasnya.
Truk boks tersebut harus dievakuasi menggunakan kendaraan derek karena terjebak di jembatan yang ambrol. Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu tidak menimbulkan korban luka berdasarkan keterangan sopir dan saksi. Meski demikian, kejadian tersebut menjadi perhatian bagi pengendara yang mengandalkan aplikasi navigasi saat melintasi jalan desa. Sebab, rute terdekat yang ditampilkan aplikasi belum tentu sesuai dengan kondisi jalan maupun kemampuan kendaraan. (end/kun)





Komentar (0)