TOBA Raih Investasi dari Afiliasi BlackRock Rp7,8 Triliun untuk Bisnis Limbah

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah di Asia. Penyertaan modal tersebut dilakukan kepada SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk platform pengelolaan limbah yang dikendalikan TBS.

Kendati demikian, rencana ini belum definitif karena masih memerlukan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Investasi tersebut dilakukan melalui pengambilan saham preferen baru yang diterbitkan SBTH beserta instrumen lainnya. Pendanaan secara bertahap itu ditujukan untuk membiayai pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia.

Baca Juga:
Bisnis Sampah Sumbang 92 Persen EBITDA, Portofolio TOBA Kian Bergeser dari Batu Bara

Direktur Utama & CEO TBS, Dicky Yordan mengatakan, investasi ini menjadi bagian penting dari strategi transformasi perseroan menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan. TBS juga akan mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbahnya meski menggandeng investor baru.

“Dengan investasi modal dalam beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya SGD555 juta (Rp7,8 triliun) ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami, sementara kami tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah untuk mendorong pertumbuhan secara organik maupun anorganik,” ujar Dicky dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga:
TOBA Pangkas Utang Jangka Pendek 30,9 Persen, Arus Kas Operasi Kembali Positif

SBTH menaungi sejumlah perusahaan operasional pengelolaan limbah TBS, yakni Cora Environment Pte. Ltd. yang bergerak di bidang pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura; Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd. yang menangani limbah medis di Singapura; serta PT Arah Environmental Indonesia yang mengelola limbah medis, industri, dan rumah tangga di Indonesia.

Secara kolektif, ketiga perusahaan tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah selama enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Cora Environment melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis di Singapura, sedangkan Arah Environmental Indonesia menjalankan kegiatan usaha di 15 provinsi di Indonesia.

Dicky menyatakan investasi HPS mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek bisnis pengelolaan limbah serta transformasi perusahaan menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan di Asia. Persetujuan atas transaksi ini akan dimintakan melalui RUPSLB, dengan informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi TBS dan Bursa Efek Indonesia.

Dalam transaksi ini, Rippledot Capital bertindak sebagai penasihat keuangan TBS, sedangkan Allen & Gledhill menjadi penasihat hukumnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Luka pada Angka : Naik Kelas Otomatis
• 7 jam lalu
0
thumb
​Penembakan Wadan Koti PP Deli Serdang, Pelaku Masih Misterius, Bukan dari Ormas Sama!
• 17 jam lalu
0
thumb
Rumah dinas jadi operasional judol, oknum TNI jadi tersangka
• 9 jam lalu
0
thumb
Tiga Srikandi TelkomGroup Beri Perspektif Kepemimpinan di Bali Tech Week 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Wadubes RI Sebut Hubungan Indonesia-Tiongkok di Titik Terbaik Sepanjang Sejarah
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.