jpnn.com, JAKARTA - Komarudin Watubun membantah polemik ijazah Jokowi dan Gibran sebagai operasi politik. Dia menantang persoalan itu dibuktikan di pengadilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berkaitan dengan operasi politik.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Diminta Segera Tuntaskan Polemik Ijazah Gibran
"Saya kira tidak ada urusan, tidak ada urusan operasi politik," kata Komarudin di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).
Menurut Komarudin, persoalan ijazah Jokowi sebenarnya bisa diselesaikan tanpa polemik berkepanjangan.
BACA JUGA: Djarot PDIP Dorong DPR Gunakan Hak Menyatakan Pendapat Soal Polemik Ijazah Gibran
Dia menilai pembuktian di pengadilan menjadi langkah yang bisa ditempuh untuk menjawab persoalan tersebut.
"Barang ini sederhana, kalau dari awal Pak Jokowi kasih lihat ijazah, sudah. Tidak ada orang ribut-ribut," ujarnya.
BACA JUGA: Ijazah Gate Gibran, Presiden PKS: Banyak yang Datang ke Kami Minta Diproses di DPR
Komarudin juga menyindir polemik yang terus bergulir. Dia meminta pihak yang mempersoalkan ijazah Jokowi membuktikan persoalannya melalui jalur hukum.
"Teman-teman di sebelah itu mempersoalkan itu dalam perspektif negara hukum, ya buktikan saja di pengadilan. 'Ini ijazah asli, kok', enggak mesti sandiwara terlalu panjang," tutur Komarudin.
Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik ijazah dirinya dan Gibran sebagai operasi politik. Dia menduga ada pihak yang menunggangi persoalan tersebut sehingga menjadi ramai.
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi, Jumat (16/10).
Dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan polemik tersebut.
"Tetapi buat saya biasa aja," imbuhnya. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Polemik Ijazah Gibran, Ahmad Ali PSI: Itu Akibat Atraksi Politik MK
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)