Prabowo sebut BBM dan Pupuk Subsidi RI Banyak Diselundupkan

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia saat ini mengalami banyak penyelundupan, baik yang dilakukan ke dalam negeri maupun ke luar negeri. Salah satu hal yang diselundupkan adalah bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk subsidi.

Dia menyebut penyelundupan merupakan aksi penikaman terhadap bangsa, berusaha untuk membunuh ekonomi.

“Penyelundupan keluar, harta kekayaan kita diselundupkan, timah, emas, batu bara, kayu, BBM subsidi dan Pupuk subsidi diselundupkan,” kata Prabowo dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10).

Sementara itu penyelundupan ke dalam dicontohkan dengan aksi penyelundupan narkotika ataupun barang-barang yang membuat pabrik-pabrik domestik tutup. Dia menyebut pemerintah tidak akan mempertahankan lagi sistem yang mengizinkan penyelundupan terus berjalan.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan dan kesulitan. Hal ini memaksa Indonesia untuk menghadapinya dengan berani.

Dia mengatakan bangsa ini tidak bisa lagi menghadapinya dengan sikap naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain.

“Kita sekarang dipaksa untuk memilih menghadapi kesulitan, kenyataan yang intinya menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia. Atau kita meneruskan sistem yang mengakibatkan kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri tahun demi tahun melalui segala praktik-praktik yang saya anggap penipuan,” ujarnya.

Prabowo sebelumnya telah memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama ke Istana Merdeka pada Selasa (22/9). Budi mengaku diminta Prabowo untuk memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir guna mencegah penyelundupan barang ilegal.

“Dipanggil, disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir, dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang seperti narkoba, balpres, dan sebagainya yang bentuknya terlarang,” kata Djaka Budi setelah pertemuan.

Ia menyatakan Bea Cukai akan memperkuat pengawasan dengan menambah peralatan operasional dan satuan tugas di wilayah perbatasan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah masuknya barang ilegal melalui jalur laut maupun jalur perbatasan lainnya.

Salah satu wilayah yang akan diperkuat pengawasannya adalah di sepanjang Selat Malaka. Wilayah ini menjadi salah satu wilayah rawan aktivitas penyelundupan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DEN: 11,5 Juta Kepala Keluarga Terdaftar Program Digitalisasi Perlinsos
• 23 jam lalu
0
thumb
Alasan Polisi Bawa Aktivis Greenpeace ke Polda Metro Jaya
• 7 jam lalu
0
thumb
Punya Waktu Lebih Saat Wisata ke Yogyakarta? Destinasi di Sekitar Kota Ini Bisa Jadi Pilihan
• 18 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Bekukan Izin Enam Perusahaan Terkait Karhutla di Kalteng
• 2 jam lalu
0
thumb
SPPG di Cirebon Di-suspend Buntut Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.