Didit Diantoro petik pelajaran dari atlet para anggar kelas dunia

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Nagoya (ANTARA) - Atlet para anggar Indonesia Didit Diantoro memetik pelajaran berharga dari persaingan menghadapi atlet kelas dunia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk ketika berhadapan dengan wakil Irak Zainulabdeen Al-Madhkoori.

"Memang sulit. Lawan memang kelas dunia dan saya berjuang keras. Banyak hal yang saya pelajari, seperti kelincahannya dalam permainan," kata Didit seusai pertandingan di Nagoya City Inae Sports Center, Jepang, Rabu.

Didit harus mengakui keunggulan Al-Madhkoori dengan skor telak 0-15 pada babak 16 besar nomor epee kategori A putra, sekaligus mengakhiri langkahnya untuk memperebutkan medali pada nomor tersebut.

Sebelum menghadapi atlet Irak itu, Didit berhasil melewati fase penyisihan grup dan menyingkirkan wakil Filipina Wilfredo Li Bugayong dengan skor 15-9 pada babak 32 besar.

Menurut Didit, persaingan pada fase awal masih relatif seimbang. Namun, tingkat kesulitan meningkat tajam ketika memasuki babak 16 besar karena harus menghadapi atlet dengan kemampuan dan pengalaman internasional yang lebih tinggi.

"Kalau untuk penyisihan grup sama 32 besar, lawannya masih seimbang dengan Indonesia. Untuk 16 besar sudah berat karena itu sudah ranking satu dunia," ujarnya.

Baca juga: Handayani puas menangkan duel final kedua kali untuk rebut emas

Didit bahkan menggambarkan ketatnya persaingan para anggar di Asian Para Games kali ini tidak jauh berbeda dengan level Paralimpiade.

"Ini Asia rasa Paralimpiade pertandingannya. Sangat seru, horor juga," katanya.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Didit menilai pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya.

Ia menyadari masih membutuhkan tambahan jam terbang, terutama melalui pertandingan uji coba dan latihan tanding bersama atlet yang memiliki kemampuan di atasnya.

"Yang dibutuhkan untuk bisa bersaing ya sparring, terutama sparring. Sparring-nya yang lebih tinggi lagi. Ikut turnamen, seperti tryout, juga penting," ujarnya.

Didit masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki pencapaiannya karena dijadwalkan kembali bertanding pada Jumat (23/10) di nomor sabre.

Ia berharap pengalaman dari pertandingan sebelumnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan penampilannya sekaligus membuka peluang mencapai semifinal.

"Target saya bisa masuk semifinal minimal," katanya.

Baca juga: Indonesia lampaui target emas Asian Para Games 2026


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Inggris Kirim Jet Tempur Bantu Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi
• 6 jam lalu
0
thumb
TK di Cianjur Ajari Anak Simulasi Jaga Diri dari Orang Asing, Ini Kata Psikolog
• 3 jam lalu
0
thumb
BMKG Sebut Dry Ice Efektif Urai Kabut Asap Karhutla, Begini Cara Kerjanya
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Percepat Pemulihan Sektor Perikanan & Huntap Pascabencana Sumatera
• 2 jam lalu
0
thumb
Polres Purbalingga Bongkar 15 Kasus Penipuan Motor Modus Kenalan Medsos
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.